JAKARTA—Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meminta pemerintah agar melakukan investasi langsung pada sektor pariwisata. Pasalnya, permintaan tinggi yang saat ini datang dari para pelancong itu tidak diimbangi oleh ketersediaan fasilitas yang mumpuni.

"Minat wisatawan sangat tinggi, tapi sekarang justru kita tidak ada barangnya," kata Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong dalam satu seminar di Tangerang, Kamis (12/10/2017).

Sedangkan berharap kepada swasta untuk menjalankan hal tersebut kemungkinan akan sulit direalisasika, mengingat kebutuhannya para wisatawan berkait kepada infrastruktur.

Ia mengungkapkan, investasi langsung yang dibutuhkan di sektor pariwisata antara lain, pengelolaan kawasan pariwisata itu sendiri, akses menuju tempat wisata, penginapan, dan restoran.

Meski begitu, ditengah hambatan klasik yang tak kunjung dapat penyelesaian tuntas, pertumbuhan investasi pariwista nasional masih alami peningkatan. Dirinya mengklaim angkanya ada pada kisaran 12 persen - 14 persen per tahun.

Seluruh fasilitas itu diperkirakan mampu mendorong minat para wisatawan lebih banyak sehingga industri terus bergerak. Ia mengaku tetap optimis Indonesia bisa mengembangkan sektor pariwisata.

"Memang kecil, tapi kalau pertumbuhannya terus begini. Suatu saat (pariwisata) akan menjadi sektor yang sangat signifikan," imbuhnya.

Populasi Indonesia yang sedang mengalami pergeseran menuju masyarakat menengah juga dinilai akan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata. Pasalnya, kecenderungan perilaku masyarakat kalangan menengah ialah mencari hiburan melalui kegiatan wisata.