BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendesak BPJS Kesehatan untuk memberikan informasi data rumah sakit yang tidak lagi bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Sehingga masyarakat dapat mencari rumah sakit alternatif untuk melakukan pengobatan. 
 
Hal tersebut dikatakan Bambang menyikapi kasus pemutusan kontrak kerja sama antara BPJS Kesehatan dengan sejumlah rumah sakit di beberapa daerah karena rumah sakit tersebut diantaranya belum memperbarui akreditasi dan belum memiliki izin operasional. 
 
"Mengingat pemutusan kontrak kerja mengakibatkan rumah sakit tersebut sudah tidak lagi menerima pasien BPJS Kesehatan," ujar Bambang kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (5/1/2018).
 
Bambang juga meminta Kementerian Kesehatan untuk aktif meminta rumah sakit yang masa akreditasinya sudah habis ataupun yang belum mempunyai izin operasi agar segera memproses atau mengurus syarat-syarat akreditasi dan izin operasional. 
 
"Mengingat akreditasi dan izin beroperasi rumah sakit merupakan syarat wajib untuk bekerja sama dengan BPJS Kesehatan," tegasnya. 
 
Sebanyak lima rumah sakit swasta di Kota Bekasi diputus hubungan sementara oleh Badan Pelayanan Jaminan Sosial  atau BPJS Kesehatan pada awal tahun ini. Walhasil, rumah sakit tersebut tak dapat melayani pasien pemegang jaminan kesehatan nasional tersebut.
 
"Dikarenakan terkait proses akreditasi, dimana dibutuhkan surat rekomendasi dari Kementerian Kesehatan," kata Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Kota Bekasi Irwan Heriyanto di Bekasi, Jumat, 4 Januari 2019.
 
Lima rumah sakit tersebut adalah RS Rinova Intan, RS Siloam Bekasi Timur, RS Awal Bros Timur, RS Seto Hasbadi, dan RS Satria Medika. Menurut dia, kecuali rumah sakit Rinova Intan, empat rumah sakit lainnya telah mengajukan rekomendasi kepada Kementerian Kesehatan. "Tapi, belum masuk dalam list rekomendasi," ujar Irwan.
 
Karena itu, Irwan mengatakan empat rumah sakit tersebut tetap akan kerja sama dengan BPJS. Hanya saja, masih menunggu Komitment dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan dalam bentuk rekomendasi. "Untuk saat ini belum bisa melayani BPJS," kata dia.
 
Adapun untuk RS Rinova Intan yan tak mengajukan rekomendasi kepada Kementerian Kesehatan, kabarnya memang tak akan lagi bekerja sama dengan BPJS. "Infonya demikian (tak lagi kerja sama dengan BPJS)," ujar dia.
 
Irwan mengatakan, di Kota Bekasi jumlah rumah sakit yang tergabung di dalam asosiasinya berjumlah 36. Sebelum lima rumah sakit diputus, sudah ada dua rumah sakit yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan yaitu Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Mitra Keluarga Bekasi Barat.