BREAKINGNEWS.CO.ID- Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) menyebutkan bahwa pasca pemilu 2017 nanti akan terjadi suasana yang cukup menantang. Energi bangsa akan terkuras. Hal tersebut dilihat dari tingkah sekelompok elit politik yang dalam berkampanye selalu memaksa untuk menang. 
 
"Nanti fase setelah pemilihan 17 April, ini akan menjadi suasana yang cukup menantang dan di sanalah energi bangsa ini akan banyak tercurah. Karena dari proses kampanye kami melihat ada kelompok politik yang memaksakan diri untuk menang," ujar Direktur Eksekutif LPI, Boni Hargens di Ammarin Restaurant, Plaza Sentral GF, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 47, Karet Semanggi, Jakarta Selatan, Sabtu (23/2/2019). 
 
Apalagi kata Boni kelompok tersebut memaksa Tuhan supaya menjawab doa mereka. Hal tersebut kata Boni bentuk pemaksaan kehendak. 
 
"Bahkan dia (kelompok politik) di tempat ibadah pun bersifat memaksakan supaya surga itu harus menjawab doa mereka. Jadi pemaksaan terhadap kehendak, ini sebuah peluang konflik, di dalam proses politik itu sebuah peluang, maka perlu dibaca secara kritis," tegasnya. 
 
Menurut Boni, kelompok yang memaksa untuk menang tersebut sebetulnya tidak siap berdemokrasi. Untuk menghadap mereka kata Boni, negara harus kuat. 
 
"Lembaga Pemilih Indonesia ingin melihat bahwa kelompok-kelompok yang militan memaksakan diri untuk menang ini sebetulnya tidak siap berdemokrasi. Dan untuk menghadapi kelompok yang tidak siap berdemokrasi, maka negara harus kuat," ucapnya. 
 
"Institusi keamanan, TNI atau Polri, termasuk Badan Intelijen yang selama ini udah bekerja keras luar biasa, tentu mempersiapkan diri menghadapi peluang-peluang macam ini," tambahnya. 
 
Boni pun menyampaikan kepada masyarakat bahwa bangsa Indonesia adalah satu keluarga besar dalam keragaman yang dituntut dan dipanggil untuk merawat keragaman tersebut. 
 
"Merawat keutuhan kita sebagai bangsa, jangan mengorbankan manusia, jangan mengorbankan peradaban kita, jangan mengorbankan nilai-nilai luhur islam untuk kepentingan 5 tahun kekuasaan," tegasnya. 
 
"Jadi kita ingin seluruh elemen masyarakat agama, etnik apapun, mari kita menyadari pilihan itu wajib di dalam politik, tetapi jangan mengorbankan perdamaian, kekeluargaan, prinsip persaudaraan untuk kepentingan satu dua orang yang ingin berkuasa," tukasnya.