BREAKINGNEWS.CO.ID- Pengamat Politik, Boni Hargens menilai Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto hanya omong kosong. Hal tersebut dikatakan Boni menanggapi pidato Prabowo yang berjanji tidak akan impor apapun jika terpilih menjadi presiden pada pilpres 2019. Prabowo menyatakan tak akan melakukan impor baik di bidang pangan hingga energi. Prabowo berjanji membawa masyarakat Indonesia berdiri di atas kaki sendiri dengan menjalankan swasembada pangan maupun energi. 
 
"Itu hanya omong kosong. Bicara Indonesia great again, memang kapan Indonesia hancur. Kan hancurnya Indonesia di zaman Soeharto ketika pak Harto berkuasa dan di dalamnya mereka juga ada kan," ujar Boni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2018). 
 
Menurut Boni, Indonesia sudah jadi besar pasca orde baru atau tumbangnya kejayaan Soeharto. "Artinya Indonesia ini sudah jadi besar sejak 98 ke sini. Dia bangkit, dia besar. Kita tidak usah lagi beenostalgia tehadap sesuatu yang kita tidak pernah punya. Indonesia sudah besar," tegasnya.
"Dulu kalau saya bilang buat Indonesia besar lagi, memang sekarang kecil? Kan enggak. Indonesia ini sangat disegani di kawasan kita, termasuk juga di dunia. Ini sudah jadi bangsa besar," tambahnya. 
 
Boni menegaskan, Prabowo bicara menghentikan impor karena belum berkuasa. Kebijakan anti impor kata Boni sangat sulit diwujudkan. "Kalau bicara soal menolak impor saya kira itu karena pak Prabowo belum berkuasa. Kekuasaan itu kan hal-hal teknis yang jauh dari kampanye politik dan sulit diwujudkan soal kebijakan anti impor itu. Sangat sulit," katanya. 
 
"Sama seperti mewujudkan agenda nasionalisasi. Emang gampang. Engga bisa terjadi juga. Ini kan era perang globalisasi tidak ada satu negara berdiri sendiri. Korea Utara yang bertahan sendiri sekian lama saja hancur hancuran sekarang mau membuka diri kok," tegasnya. 
 
Dengan demikian Boni berpendapat, pidato Prabowo yang anti impor hanya sebatas retorika politik. "Artinya kita jangan naiflah. Hari ini dunia berjejaring dan saling mempengaruhi dan di saja kerja sama internasional, relasi global itu sangat penting. Kita engga bisa lagi sentimen anti asing. Engga bisa. Itu hanya sebatas retorika politik," pungkasnya.