BREAKINGNEWS.CO.ID- Puisi yang dibacakan Neno Warisman dalam Malam Munajat 212 di Monas, Kamis (21/2/2019) menuai kontroversi. Neno Warisman merupakan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019. Berkat Puisi Munajat 212, nama Neno Warisman menjadi trending topic di Twitter hingga pukul 18.30 WIB, Jumat (22/2/2019) dengan 9.929 cuitan. 
 
Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens menilai puisi Neno tersebut sebuah aksi publik yang sangat berbahaya.
 
"Ya mbak Neno kan supaya Tuhan harus memenangkan Prabowo misalnya, ini menurut saya sebuah aksi publik yang sangat berbahaya karena seakan-akan surga bisa dipolitisasi dan iman masyarakat ini dikacaukan oleh narasi politik," ujar Boni kepada wartawan di Ammarin Restaurant, Plaza Sentral GF, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 47, Karet Semanggi, Jakarta Selatan, Sabtu (23/2/2019). 
 
"Jadi nanti kalau kalah ini berarti Tuhan dikalahkan, loh Tuhan mana yang bisa dikalahkan. Tuhan tidak pernah bisa dikalahkan. Jadi kalau calon presidennya kalah, lalu tidak ada yang menyembah tuhannya dan tuhan kalah ini menurut kami sebuah radikalisasi berpikir yang sangat bahaya bagi keamanan masyarakat," tambahnya. 
 
Menurut Boni, puisi Neno tersebut bentuk mempolitisasi agama untuk kepentingan politik. "Oh jelas, itu politisasi yang sangat berbahaya," tegasnya. 
 

Potongan video Puisi Munajat 212 beredar luas di media sosial. Neno Warisman terdengar membacakan Puisi Munajat 212 sembari terisak.

"jangan, jangan Engkau tinggalkan kami

dan menangkan kami

Karena jika Engkau tidak menangkan

Kami khawatir ya Allah

Kami khawatir ya Allah

Tak ada lagi yang menyembah-Mu" 

Begitulah potongan Puisi Munajat 212 yang dibacakan Neno Warisman sambil menangis.