BREAKINGNEWS.CO.ID- Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menilai kebangkitan emak-emak dalam politik suatu fenomena yang menarik dan positif. Namun kalau mengusung narasi kampanye berisikan fitnah dan kebohongan akan menjadi ancaman terhadap proses elektoral pemilu. Hal tersebut dikatakan Boni terkait munculnya relawan Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandiaga Uno (PEPES) yang menyebarkan fitnah terhadap Jokowi. 
 
"Relawan PEPES ini sebuah fenomena yang menarik ya. Saya tidak melihat dalam pengertian yang luas tetapi saya mencoba menyederhanakan poinnya bahwa kebangkitan emak emak ini sebetulanya satu fenomena yang menarik dan positif. Tetapi ketika mengusung narasi kampanye yang berisikan fitnah kebohongan ini akan menjadi ancaman terhadap proses elektoral," ujar Boni di Ammarin Restaurant, Plaza Sentral GF, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 47, Karet Semanggi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Sabtu (2/3/2019). 
 
Menurut Boni, kampanye tersebut sangat berbahaya bagi pemilu. "Ini menjadi bahaya bagi pemilu karena menyajikan propaganda politk yang merusak integrasi kekeluargaan, solidaritas di tengah masyarakat," tegasnya.  
 
"Padahal kita mengharapkan proses pemilu ini berlangsung secara fair dan damai. karena pemilu adalah sebuah partisipasi politik, seluruh warga terlibat untuk merayakan demokrasi, untuk merayakan martabat kita sebagai manusia," tambahnya. 
 
Boni pun berharap kepada kandidat Capres dan Capres yang berafiliasi dengan kelompok relawan PEPES supaya melakukan otokoreksi dan evaluasi. Sebab kata Boni, proses pemilu bukan soal merebut kekuasaan lima tahunan. 
 
"Proses pemilu ini bukan perkara merebut kekuasaan lima tahun tetapi perkara menjaga keutuhan bangsa, menjaga nilai-nilai bersama. Menjaga dan memperjuangkan kepentingan semua orang. Maka jangan meraih kekuasaan dengan menghancurkan tatanan moral, tatanan nilai dan peradaban kita," tegasnya.