BREAKINGNEWS.CO.ID – Lebih dari 10 pesawat pembom (bomber) Tu-22M3 Rusia melakukan simulasi serangan udara dalam latihan perang Vostok-2018 di lapangan terbang ‘musuh’ di wilayah Zabaikalsky. Pesawat-pesawat pembom itu menjatuhkan bom dengan total berat 500 kilogram. Latihan perang terbesar Rusia mulai sejak akhir Perang Dingin tersebut akan berlangsung hingga Senin (17/9/2018) mendatang.

Manuver sejumlah pesawat Tu-22M3 disampaikan layanan pers Kementerian Pertahanan setempat yang dilansir Sputnik, Sabtu (15/9). "Pilot penerbangan jarak jauh menghantam target yang menandai konsentrasi pesawat, pesawat jet yang melarikan diri, pesawat tertutup, depot serta pusat komando dan kendali lapangan udara dari musuh yang disimulasikan," bunyi pernyataan layanan pers tersebut.

Kementerian Pertahanan tidak menjelaskan jenis bom yang dijatuhkan dalam simulasi serangan. Manuver Vostok-2018 melibatkan hampir 300.000 tentara, 36.000 kendaraan militer, dan lebih dari 1.000 pesawat. Pada Kamis (14/9), Presiden Rusia, Vladimir Putin, menghadiri latihan perang terbesar yang pernah diselenggarakan Rusia, yang melibatkan sekitar 300.000 pasukan bersama dengan pasukan Cina serta Mongolia.

Dilaporkan Associated Press, 13 September 2018, latihan perang Vostok "Timur" 2018 menjangkau hamparan luas daratan Siberia dan Timur Jauh, Arktik, dan Samudra Pasifik, dan memamerkan kekuatan militer Rusia dan Cina. Selain ratusan ribu pasukan, sekitar 1.000 pesawat Rusia dan 36.000 tank dan kendaraan tempur lainnya juga dilibatkan. Latihan ini bahkan melampaui skala latihan yang digelar Uni Soviet pada 1981 yang dikenal Zapad 81.

Cina mengirim sekitar 3.200 pasukan, 900 kendaraan tempur dan 30 pesawat untuk bergabung di area latihan di Siberia. Berbicara di lapangan latihan Tsugol sekitar 130 kilometer utara perbatasan dengan Cina, di mana tentara Rusia dan Cina melakukan latihan bersama, Putin memuji pasukan untuk keterampilan mereka, mengatakan mereka menunjukkan kemampuan mereka untuk mencegat potensi ancaman militer.

Dia menekankan bahwa Rusia adalah negara yang damai, tetapi mencatat bahwa negara perlu memperkuat kemampuan militernya agar siap sedia untuk melindungi kedaulatannya, keamanan dan kepentingan nasional, dan, jika perlu, mendukung sekutu. Vladimir Putin, seperti dilansir dari Sputniknews, menekankan kepada prajurit yang mengikuti latihan perang bahwa dia sangat menilai kinerja tentara dan angkatan laut Rusia di latihan Vostok 2018.

"Hari ini di sini, di area latihan Tsugol di Wilayah Zabaikalsky, tahap puncak dari latihan perang (Vostok 2018) berakhir. Anda mendemonstrasikan kinerja tingkat tinggi. Semua unit dan formasi telah memenuhi tugas yang ditetapkan," kata Putin.