BREAKINGNEWS.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membantah pernyataan sejumlah pihak yang menyebut telah tejadi pengusiran relawan asing yang ingin membantu korban bencana Bencana gempa dan tsunami di Donggala-Palu, Sulawesi Tengah. Mereka disebut datang dengan tujuan untuk membantu menangani dampak dan proses recovery masyarakat setempat namun kehadirannya ditolak oleh aparat terkait.

Menanggapi kabar  demikian  Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho langsung mengeluarkan bantahan.

Dalam akun Twitternya @Sutopo_PN menjelaskan bahwa relawan asing tidak diusir dari Indonesia. Mereka hanya diminta untuk memenuhi prosedur yang ada. "Tidak benar semua relawan asing diusir. Tapi diminta memenuhi prosedur yang ada," kata Sutopo Purwo Nugroho.

Ia juga mengatakan jika masih ada beberapa relawan asing yang tetap berkoordinasi dan bekerja di Palu. "Relawan asing yang telah berkoordinasi dan sesuai kebutuhan kita dapat tetap bekerja di Palu," lanjutnya.

Sutopo menerangkan banyak relawan asing yang datang ke Indonesia tanpa koordinasi. Bahkan mereka datang menggunakan visa turis.

"Banyak relawan asing yang datang tanpa koordinasi, menggunakan visa turis, tidak sesuai kebutuhan kita," sambungnya.

Sebelumnya, Polri memastikan informasi penolakan relawan asing yang membantu penanganan dampak pasca bencana di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) itu hoaks. Sebab, pada saat evakuasi sejumlah korban, banyak relawan asing yang membantu.

 

Hal tersebut disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat ditanya terkait keberadaan relawan asing. "Hoax itu, pada saat evekuasi, relawan asing cukup banyak, seperti ada dari Jepang, Korea, dan Singapura juga hadir (di Palu dan Donggala)," kata Dedi di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/10/2018).

Selain itu juga, banyak juga bantuan yang diberikan pihak asing kepada Indonesia untuk membantu penanganan pasca bencana yang terjadi di Sulteng. Bahkan dirinya juga sempat diwawancarai oleh pihak media asing seputar Warga Negara Asing (WNA) yang menjadi korban.[]