BREAKINGNEWS.CO.ID- Cuaca buruk yang melanda wilayah Sumatera Utara, khususnya Danau Toba, ditengarai turut menjadi penyebab tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun. Kapal jurusan Tiga Ras - imanindo tersebut tenggelam pada Senin (16/2018) kemarin sekitar pukul.

Kasubbid Manajemen Data BBMKG Wilayah I Medan, Feriomex Hutagalung mengatakan, kondisi cuaca buruk di wilayah Sumatera Utara belakangan ini disebabkan adanya konvergensi massa udara yang cukup besar di sebelah utara Laut Cina Selatan.

Hal tersebut menimbulkan terjadinya pertumbuhan awan di wilayah Sumatera Utara, sehingga frekuensi hujan dengan intensitas ringan sampai lebat disertai angin kencang, juga ikut meningkat.

Maka dari itu, pihaknya mengimbau masyarakat, terutama yang hendak berlayar, supaya senantiasa aktif mengikuti perkembangan prediksi cuaca dari BMKG.

"Untuk jenis kapal seperti yang terkena musibah kemarin, memang tidak aman untuk berlayar dalam kondisi seperti ini. Untuk itu, selalu ikuti perkembangan cuaca dari BMKG. Jika prakiraan menyatakan cuaca sedang buruk, masyarakat tak perlu memaksakan diri beraktivitas di perairan, karena tidak aman," tutur Feriomex.

Ia melanjutkan, hembusan angin kencang menurutnya membuat gelombang Danau Toba sekarang ini berketinggian sekitar 0,5 sampai 2 meter.

"Jadi, untuk jenis kapal yang kemarin tenggelam itu memang tidak aman untuk berlayar saat cuaca seperti ini," tutupnya.

Pencarian KM Sinar Bangun

Tepat pukul 07.50 WIB, tim gabungan Basarnas, BNPB, BPBD, Marinir TNI-AL, dan Sat Polair berangkat dari dermaga Pelabuhan Tigaras untuk melanjutkan pencarian terhadap penumpang KM Sinar Bangun yang hilang tenggelam di Danau Toba.

Dalam proses pencarian tersebut. tujuh unit kapal dikerahkan guna memperlancar proses pencarian korban. Pencarian dilakukan di kawasan Simanindo, Kabupaten Samosir, dan Tiga Ras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Menurut Kasiops Kantor SAR Medan M Agus Wibisono, dari tujuh unit kapal tersebut, dua kapal d iantaranya adalah milik warga setempat. Pencarian juga dilakukan sampai radius 3,6 Km dari titik tenggelamnya kapal tersebut