BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Pusat dan Gempa Bumi dan Tsunami, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat khususnya di Jawa Barat tentang kondisi dan potensi bencana yang ditimbulkan dari sesar aktif yang ada di Jawa Barat. 
 
Bambang juga mendorong BMKG, BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan mitigasi bencana secara berkesinambungan terhadap warga khususnya Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi bencana. 
 
"Mendorong Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menetapkan daerah-daerah yang rawan bencana untuk tidak diberikan izin mendirikan bangunan," ujar Bambang kepada wartawan di Jakarta, Rabu (23/1/2019). 
 
Selanjutnya Bambang mendorong BMKG dan BNPB untuk terus mengupdate secara berkala tentang kondisi cuaca dan memberikan early warning (peringatan dini) jika terjadi bencana.
 
Diketahui, di wilayah Bandung terdapat Sesar Lembang yang memanjang horizontal 29 kilometer mulai Kecamatan Ngamprah, Cisarua, Parongpong, hingga Lembang atau titiknya dari Batu Loceng sampai Padalarang (Ciburuy).
 
Berkaca dari peristiwa masa lalu, Bandung pernah diguncang gempa berkekuatan sekitar 6,5 hingga 7 pada abad ke-15 dan tahun 60 SM. Gempa tersebut diyakini dipicu oleh sesar aktif Lembang.
 
Sesar Lembang adalah patahan lempeng bumi yang aktif akibat subduksi yang melintas ke kawasan Lembang, sekitar 15 kilometer ke utara dari pusat Kota Bandung.