BREAKINGNEWS.CO.ID - Calon Anggota DPRD Dapil 3 DKI Jakarta, Heriandi, dikerubuti emak-emak saat dirinya melakukan blusukan di Gang 9, RT 5/RW 13, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Adapun blusukan tersebut dilakukan oleh Heriandi yakni untuk menyerap dan mendengar aspirasi masyarakat secara langsung. Alhasil, dirinya pun disambut oleh warga, bahkan kaum emak-emak pun langsung berkerubutan untuk bersalaman dan tak ketinggalan untuk berswafoto bersama pria yang mengenakan kaos hitam itu.

"Putih mulus, cakep, Pak foto dulu Pak," seru emak-emak sambil bersalaman dan mengajak Heriandi untuk berfoto bersama," Rabu (13/3/2019).

Dengan ramahnya dan terus menebar senyuman, Caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI nomor urut 9 itu menuruti semua permintaan emak-emak yang minta salaman dan foto. Bahkan ia juga merekam momen itu.

"Ayo merapat sini Bu. Kita videoin ya Bu," ajak pria yang akrab disapa Heri ini. Ia pun mengaku senang melihat sambutan hangat warga Warakas.

Usai bersalaman dan foto bersama, Heri kemudian diperkenalkan sebagai Calon Anggota DPRD DKI oleh pengurus RT/RW setempat kepada ratusan warga yang hadir.

Usai perkenalan, Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB DKI Jakarta ini kemudian mensosialisasikan soal mekanisme pencoblosan kertas suara di Pemilihan Legislatif 2019.

Dalam blusukannya, Heri juga menyambangi rumah-rumah warga untuk menampung aspirasi mereka dengan harapan bakal direalisasikan jika ia terpilih menjadi DPRD DKI. Acara pun kemudian ditutup dengan senam bersama ibu-ibu Gang 9, RT 5/RW 13, Warakas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengeluhkan mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan. Keluhan ini disampaikan warga kepada Calon Anggota DPRD Dapil 3 DKI Jakarta, Heriandi Lim yang blusukan di Gang 9, RT 5/RW 13 Warakas.

"Pertama itu tentang program kesehatan ya yang terasa memang masih cukup mahal. Kemudian tentang masalah pendidikan dasar maupun menengah, masih terasa mahal juga," keluh salah satu warga Warakas, Daniel Abadi," Rabu (13/3).

Menanggapi apa yang disampaikan Daniel, Heriandi mengaku bahwa keluhan serupa sering ia dengar dari warga lainnya saat blusukan.

"Masalah kesehatan, pendidikan yang mahal, biaya hidup yang mahal, ini yang sering dikeluhkan warga ketika saya blusukan," ujar pria yang akrab disapa Heri ini. "Perjuangan saya turun ke bawah mengambil data secara langsung dengan melibatkan RT/RW juga tokoh-tokoh masyarakat, jadi kita  tau filter mana yang tepat dan mana yang tidak tepat," imbuh Heri caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.