BREAKINGNEWS.CO.ID - Kompetisi sepak bola nasional untuk kelompok usia 10 tahun (KU-10) dan usia 12 tahun (KU-12) memang belum ada di Indonesia. Walaupun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan niat Mondelez Indonesia yang menjadi produsen biskuit merek Biskuat guna menyelenggarakan Biskuat Academy 2019 sejak bulan Agustus tahun lalu.

"Memang betul, belum ada kompetisi skala nasional sepak bola U-10 dan U-12," kata Head of Biscuit Mondelez Indonesia Maggie Effendy pada Minggu (12/1/2019) di kawasan Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan.

Menurut Maggie, antusiasme anak-anak untuk berlaga pada kegiatan tersebut lumayan tinggi. Dalam catatannya, sejak babak penyisihan hingga final, sudah tercatat ada sekitar 20.000 anak ikut berpartisipasi dan ada 384 tim sekolah sepak bola (SSB) yang ikut serta pada kegiatan yang menggandeng juga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini.

Biskuat academy adalah serangkaian acara pertandingan sepak bola yang dilakukan untuk dua kategori usia, yaitu 10 dan 12 tahun. Tim-tim yang masuk ke babak grand final di Jakarta terjaring dari kota-kota yakni Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Malang, Surabaya, Badung (Bali), dan Tabanan (Bali).

Perihal mengapa Biskuat mau menyelenggarakan kompetisi kelompok usia 10 dan 12 tahun, Maggie menerangkan bahwa Biskuat memilih kelompok usia tersebut dikarenakan kami percaya bahwa karakter yang kuat itu sangat penting untuk menentukan kesuksesan pada masa mendatang. Karena biskuat percaya kalau kekuatan yang baik berasal dari dalam diri, oleh karena itu kami akan membina anak-anak di seluruh indonesia dari usia dini guna menanamkan karakter yang positif.

Para peserta yang mengikuti festival garuda anak nusantara biskuat academy tidak hanya mendapatkan pertandingan sepak bola saja, tetapi penyelenggara juga melibatkan pesepak bola anggota timnas (tim nasional) senior Indonesia Evan Dimas untuk memberikan motivasi dan pelatihan singkat bagi para peserta.

Tercatat juga nama-nama anggota timnas kelompok usia U-19 yang disertakan pada program tersebut yakni Amiruddin Bagas Kaffa, Sutan Diego Armando Zico, Mochammad Yudha Febrian, dan Drey Buyung Panyalay. Bahkan Maggie juga menyebut nama pelatih nasional Indra Sjafri dan legenda hidup sepak bola Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto turut terlibat dalam program dari Biskuat Academy.

Saat ditanya apakah tim yang menjadi juara dalam ajang Biskuat Academy akan diikutsertakan dalam even internasional dan akan ada penambahan kota untuk kompetisi tahun depan, Maggie menuturkan sampai saat ini kami belum ada rencana pasti, akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa kami akan terus membangun even-even seperti ini kedepannya akan lebih meriah lagi. Saya belum bisa bicara secara pasti dan belum ada yang bisa saya share ke teman-teman media. Karena kami akan selalu berusaha untuk terus mengembangkan seluruh even-even kami, karena kami tidak ingin hanya diam di tempat saja dan ingin sesuatu yang lebih baik lagi dari tahun ke tahun, namun untuk saat ini memang belum ada yang bisa saya infokan terkait penambahan jumlah kota peserta, waktu atau penambahan kelompok usia. Kemungkinan besar untuk kelompok usia akan tetap sama yaitu kelompok usia 10 dan 12 tahun.

Terkait dengan grade atau tingkat kompetisi Biskuat Academy yang masih berskala nasional dan bisa meningkat menjadi Internasional, Maggie meminta doa dan dukungan dari seluruh pihak. "Tentunya itu adalah impian Biskuat juga, jadi tolong doakan Biskuat. Itu akan kami pupuk terus supaya kami bisa berkembang ke arah sana," pungkas Maggie Effendy.