BREAKINGNEWS.CO.ID - Sebelum kebijakan mandatori Biodiesel 20 diterapkan, 1 September 2018, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah melakukan sejumlah kajian di berbagai daerah. Dari hasil kajian tersebut didapatkan fakta yang sangat menarik. Salah satunya B20 dianggap bagus untuk mesin.

Menurut Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Ditjen ILMATE, Putu Juli Ardika, memastikan kandungan B20 ramah terhadap mesin kendaraan. Hal ini juga sudah diteliti oleh Asosiasi Kendaraan Bermotor Jepang (Japan Automobile Manufacturers Association/Jama). Hasil kajian JAMA menunjukkan mesin aman menggunakan B20.

"Bahwa properti kimia di B20 itu cukup bagus, sebagaimana juga Jama Jepang merekomendasikan bahwa tidak akan berpengaruh buruk terhadap mesin," tambahnya.

Bahkan kajian yang dilakukan oleh JAMA menunjukkan, mesin kendaraan akan lebih bagus ketika menggunakan B20. "Kalau yang itu justru biodiesel kalau kita lihat properties-nya namanya terhadap engine justru lebih bagus" kata Putu.

"Kan dikaji di Jepang sehingga Asosiasi Kendaraan Bermotor Jepang, Jama merekomendasikan bahwa B20 masih bisa dipakai. Jadi ada satu statement dari Jama terkait dengan penggunaan B20, acceptable (bisa diterima)," lanjutnya.

Secara lebih spesifik Putu juga mengatakan, B20 lebih bagus untuk mesin kendaraan karena kandungan octan B20 jauh lebih tinggi dibandingkan yang berbahan bakar fosil, ditambah beberapa kelebihan lainnya.  "Octan (B20) itu lebih tinggi daripada fosil diesel, kedua dia tidak mengandung sulfur, tidak mengandung residu logam berat," tambahnya.

Namun uniknya, ada beberapa fakta lain yang perlu dicermati. Misalnya fakta jika bahan bakar B20 sedikit lebih boros dibandingkan bahan bakar solar biasa. Artinya kendaraan butuh B20 lebih banyak dibandingkan menggunakan solar biasa untuk mendapatkan tenaga yang sama. "Dia perlu bahan bakarnya lebih banyak 1-3% untuk menghasilkan tenaga yang sama. Tapi itu tidak signifikan," kata  Putu Juli Ardika

Hal itu, lanjut Putu disebabkan oleh kandungan energi dari bahan bakar B20 lebih rendah. "Jadi kandung energinya memang biodiesel ini BBM nabati dari CPO untuk FAME (fatty acid methyl eter) yang dicampur itu memang lebih rendah sedikit, 1% sampai 3%," ujarnya.