Bagi Alex Lewis kejadian paling membuatnya patah hati bukanlah ketika kehilangan tangan, kaki dan bibirnya karena Toxic Shock Syndrome, tetapi karena anaknya yang berusia 3 tahun takut menolak menciumnya setelah bibirnya diamputasi.

Streptococcus Toxic Shock Syndrome atau disebut pula TSS adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes. Bakteri tersebut bisa mengeluarkan racun penyebab timbulnya gejala berupa demam tinggi, diare, muntah, nyeri otot, dan bahkan hipotensi (tekanan darah rendah) yang bisa mengakibatkan shock atau kematian.

Alex diketahui sakit pada November 2013, sebelumnya dokter memperkirakan kemungkinan Alex untuk bertahan hanya 3 persen. Tapi warga Inggris ini tidak menyerah, dan membuat keajaiban dengan kesembuhannya setelah menjalani berbagai operasi, dan merelakan kedua tangan, kaki, mulut, dan sebagian hidungnya diamputasi.

"Saya terlihat seperti Alien di matanya, saya pikir dia takut untuk mendekat. Sejauh ini dia mau untuk saya peluk tapi menolak untuk mencium saya," ujar pria berusia 35 tahun itu.

Alex tidak terpikir sebelumnya jika setelah operasi kedekatannya dengan Sam akan menjadi taruhannya. Berbagai cara ia coba untuk mengembalikan keharmonisan hubungan mereka berdua. Mulai dari meminta Sam memeluknya, membangunkannya untuk sekolah, juga mengantarnya sekolah.

Setelah Alex memakai mulut buatan dan alat yang bisa membuatnya bisa bergerak lebih leluasa, dia bisa menghabiskan banyak waktu dengan Sam anaknya.

Sam yang semula sama sekali tidak mau menciumnya, lambat laun mulai mendekat ke dirinya lagi. Tak hanya itu Sam juga membantunya memakai tangan palsu, bahkan sudah mau menciumnya, dan mengajaknya bermain sepeda.

Sumber: Brillo

 

Tag