BREAKINGNEWS.CO.ID - Nilai tukar rupiah terus mengalami penguatan terhadap dolar AS. Bahkan pada perdagangan Jumat (19/7/2019) pagi rupiah berada di posisi Rp13.927 per dolar AS. Posisi ini menguat 0,29 persen jika dibandingkan penutupan Rabu (17/7). Pagi hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS.

Dolar Hong Kong menguat 0,04 persen, ringgit Malaysia menguat 0,09 persen, baht Thailand menguat 0,22 persen, peso Filipina menguat 0,3 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,41 persen. Namun, terdapat pula mata uang utama Asia yang melemah, seperti dolar Singapura sebesar 0,01 persen dan yen Jepang sebesar 0,21 persen.

Sementara mata uang negara maju juga melemah terhadap dolar AS seperti dolar Australia sebesar 0,08 persen dan Euro sebesar 0,14 persen, sementara poundsterling Inggris tak bergerak melawan dolar AS.

Menurut Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim, indeks dolar AS tengah melemah lantaran peluang bank sentral AS The Fed untuk menurunkan suku bunga acuannya terbuka lagi.

Presiden The Fed San Francisco Mary Daly mengatakan bahwa dirinya tidak condong ke satu arah kebijakan moneter saja. Namun, Presiden The Fed New York, John Williams, menyebut bahwa penurunan suku bunga acuan bisa diturunkan mengingat inflasi cukup rendah meski ekonomi AS tengah ekspansif.

"Jadi pelaku pasar kini kembali meyakini bahwa The Fed akan memangkas suku bunga tiga kali di tahun ini. Yang paling dekat pemangkasan akan dilakukan pada 31 Juli, kemudian dua lagi di bulan September dan Desember," ujar Ibrahim, Jumat (19/7).

Selanjutnya, pelaku pasar juga memandang positif penurunan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) dari 6 persen ke angka 5,75 persen kemarin. Apalagi, keputusan itu didasarkan atas keinginan otoritas moneter untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi.

"Jadi dalam transaksi hari ini rupiah masih bisa menguat di bawah Rp13.900, tepatnya di Rp13.895 hingga Rp13.950 per dolar AS," kata dia.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra juga memperkirakan rupiah pada perdagangan hari ini menguat ditopang penyataan pejabat-pejabat The Fed semalam yang mendukung pemangkasan bunga acuan. "Rupiah berpotensi menguat ke arah Rp13.900 lagi dan mungkin ke arah Rp13.850 per dolar AS," ujar Ariston.