BREAKINGNEWS.CO.ID - Manajer Bhayangkara FC, Sumardji mengaku tersanjung dengan keinginan mantan pelatih Timnas Indonesia U-16, Fakhri Husaini melatih timnya untuk musim 2019. Sumardji mengatakan, Fakhri memang menjadi salah satu kandidat terkuat. Namun, Sumardji enggan terbutu-buru untuk memutuskan hal tersebut. Karena, pihaknya juga memiliki satu nama pelatih asing, yang mungkin juga bakal menangani Jajang Mulyana dan kawan-kawan.

"Kami memang tidak memungkiri bahwa kami memikirkan hal itu (ucapan Fakhri). Tapi, tentunya kami tidak bisa ambil keputusan karena kami harus merapatkan bersama terlebih dahulu agar pemilihan pelatih ini bisa menghasilkan sesuatu yang maksimal,' kata Sumardji kepada Breakingnews.co.id, Senin (31/12/2018).

"Sudah ada dua pelatih lokal satu, dan asing satu. Kedua calon ini harus benar-benar kami diskusikan secara bersama agar kedepannya kami medapatkan pilihan yang tepat. Kami masih belum bisa memastikan mau ambil yang mana karena kami sendiri masih ingin bisa mempelajari profil masing-masing. Karena pemilihan pelatih ini sangat menyangkut masa depan klub,' ujarnya, menambahkan.

Fakhri Husaini Kirim Sinyal

Setelah dipastikan tidak kembali menangani tim nasional, Fakhri mulai dikaitkan dengan sejumlah tim Liga 1. Bhayangkara FC merupakan satu di antaranya. Fakhri, mengindikasikan bersedia melatih Bhayangkara FC. Fakhri menganggap The Guardian adalah klub Liga 1 yang punya manajemen baik dan terus berupaya meraih kejayaan.

Sosok Fakhri memang terbilang idela untuk menggantikan Simon McMenemy yang menjadi pelatih Timnas Indonesia. Anggapan tersebut berkaca dari prestasi yang ditorehkan sosok berusia 53 tahun itu ketika menangani Timnas Indonesia U-16. "Melihat kondisi seperti sekarang ini, saya yakin Bhayangkara FC adalah klub yang punya komitmen untuk sepak bola yang lebih baik. Kalau saya berkarier di klub, saya butuh klub yang profesional dan sehat. Sejauh ini saya melihat Bhayangkara FC masuk dalam kategori tersebut," tutur Fakhri baru-baru ini.

Lebih lanjut, Fakhri mengaku rela pensiun dini atau mengambil cuti tanpa tanggungan jika dipercaya menjadi pelatih Bhayangkara FC (BFC). "Status saya ini karyawan PKT, tentu tidak mudah untuk bisa mendapatkan izin melatih. Apalagi yang dilatih klub profesional. Tapi saya masih punya kesempatan juga yaitu dengan cara mengajukan pensiun dini atau cuti di luar tanggungan," ucap Fakhri.