BREAKINGNEWS.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bogor akan mengumumkan hasil pemeriksaan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan terkait dugaan kampanye yang dilakukan saat menghadiri konferensi nasional partai Gerinda tahun 2018 lalu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah menuturkan pihaknya saat ini masih melakukan pembahasan dan kajian internal bersama Gakkumdu Bogor berdasarkan hasil pemeriksaan Anies pada beberapa hari.

“Iya (putusan besok), pembahasan kedua kan harus ada keputusan memenuhi unsur atau tidak. Hasilnya pasti dilaporkan secara berjenjang ke Bawaslu Provinsi dan RI,” kata Irvan saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Irvan menerangkan, putusan yang akan disampaikan esok hari menentukan apakah Anies terbukti melakukan kampanye yakni mengangkat dua jari yang diartikan sebagai dukungan terhadap pasangan nomor urut 02 yaitu Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Jika putusan itu terbukti adanya pelanggaran terhadap Pasal 547 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang berisi bahwa pejabat negara yang dengan sengaja membuat atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu Peserta Pemilu dalam masa Kampanye, memungkinkan untuk dipidana dengan hukuman penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp36 Juta.

“Jika nggak (terbukti) maka dihentikan, ketika memenuhi unsur maka dilanjutkan ke tahap penyidikan ke kepolisian. Ini kan delik pidana.
Kita secepatnya laporan karena paling lambat 14 Januari. Iya maksimal tiga tahun,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kehadiran Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi pembicaraan setelah mengacungkan dua jari sebagai salam sesudah berpidato saat Konferensi Nasional Partai Gerindra pada Senin (17/12/2018) lalu di Sentul-Bogor.

Hal itu rupanya mendapat sorotan karena status Anies saat meminta izin menghadiri acara tersebut sebagai Gubernur DKI Jakarta bukan untuk berkampanye. Mengingat posisi kepala daerah tidak boleh terlibat dalam kampanye meskipun sudah mengantongin izin dari Kemendagri untuk hadiri acara Konfernas. (