Jakarta -- Aparat Satuan Narkoba Polres Jakarta Selatan menangkap pria berinisial HS (35) yang mengaku-ngaku polisi padahal gadungan. HS ditangkap bersama perempuan berinisial D (30) yang menjadi pasangannya dalam kasus narkoba.

Kasat Narkoba Polres Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung mengungkapkan, polisi menangkap HS di Jalan Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin, (18/9/2017). 

HS ditangkap polisi berawal dari masyarakat yang resah dengan tindak pelaku karena kerap menakuti warga pula dengan senjata air softgun. "Masyarakat resah karena ada polisi mengancam dan memeras masyarakat lalu melapor ke kami. Dari situ kami tangkap HS dan ternyata dia ini polisi gadungan," ujarnya kepada wartawan di Mapolres Jaksel, Selasa (19/9/2017).

Dari penangkapan itu polisi menyita kartu pengenal polisi gadungan, kartu pengenal wartawan atau pers gadungan, dan kartu anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) gadungan serta senjata air softgun.

Vivick menerangkan tanda pengenal tersebut dibuat pelaku di Pasar Pramuka, Salemba, Jakpus. Dari pemeriksaan diketahui kalau pelaku sudah berkali-kali melakukan aksi kejahatannya.

Polisi gadungan dan pasangannya diamankan polisi. 

 

Kepada polisi, pelaku mengaku pernah melakukan penangkapan terhadap pengedar sabu di Jakarta Barat. Dari aksi tipu-tipunya sebagai polisi, pelaku mengambil delapan gram sabu dari orang yang ditangkapnya dan memeras Rp15 juta untuk tidak diproses. 

"Dalam aksinya pelaku mengaku sebagai anggota Satuan Narkoba Polda Metro Jaya," ujar Vivick. Adapun hasil narkoba 8 gram itu, oleh pengedar diserahkan  kepada pasangannya berinisial D sebanyak satu gram. "Yang lima gram dijual, satu gram dia berikan ke perempuan berisial D untuk dijual," terang Vivick dan menyebut D berperan sebagai orang yang menjualkan hasil narkoba yang didapat dari pelaku.