BREAKINGNEWS.CO.ID - Tahun 2019 ini Pernod Ricard Indonesia sebuah perusahaan wine & spirits,  menggelar program S&R (Sustainability & Responsibility), dengan mengajak komunitas lokal, yang kali ini adalah Kertabumi di RPTRA Benhil, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Seperti kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumya,  program kali ini tetap fokus  untuk proyek-proyek bermanfaat, baik bagi lingkungan maupun bagi komunitas,

Dengan empat pilar utama yang menjadi nafas S&R Pernod Ricard, Nurturing Terroir, Circular Making, Valuing People dan Responsible Hosting, maka tahun ini Pernod Ricard Indonesia memfokuskan diri pada Circular Making dan memilih untuk melakukan program upcycling dari botol-botol bekas milik mereka.

Seperti diketahui, kebutuhan Indonesia yang sangat mendesak untuk produk-produk upcycling dan juga mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya produk upcycling. Edhi Sumadi selaku Managing Director Pernod Ricard Indonesia mengatakan, tak kalah penting disadari seberapa krusialnya menjaga kestabilan lingkungan dengan mereduksi sampah beling menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti gelas, vas, tempat lilin, dan lain sebagainya.

Program ini bertajuk Responsib’ All Day, yang mengangkat tema Sustainability & Responsibility khususnya Circular Making, dimana Pernod Ricard Indonesia akan berfokus untuk melakukan program upcycling bersama Kertabumi. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Alvin Hartanto selaku Sustainability and Responsibility Champion, dan Ikbal Alexander selaku Project Coordinator Kertabumi.

Edhi Sumadi menambahkan, pihaknya menyadari bahwa timbunan sampah di Indonesia telah mencapai 65 Juta Ton setiap tahunnya, dan 5 Juta Ton di antaranya merupakan sampah plastik dan beling yang sebenarnya bisa didaur ulang dan kembali dimanfaatkan tanpa harus menjadi masalah bagi bumi kita tercinta. "Pilar Circular Making inilah yang menjadi poin utama bagi brand Pernod Ricard Indonesia dalam ikut membantu dunia menyadari bahwa sebetulnya sampah-sampah recycle haruslah kembali dimanfaatkan dan jangan sampai membuat masalah baru bagi lingkungan dan komunitas," ujar Edhi Sumadi.

Pernod Ricard, untuk program S&R-nya tahun ini mengajak serta Kertabumi yang merupakan salah satu garda terdepan Indonesia dalam hal upcycling, dan pemanfaatan plastik serta beling bekas untuk menjadi sesuatu yang dapat kembali dijual. Hal ini dilakukan karena Kertabumi sudah berpengalaman melakukan reduksi sampah menjadi barang-barang bermanfaat, serta komunitas mereka yang juga membantu memberdayakan orang-orang yang membutuhkan.

Ini juga menjadi salah satu pertimbangan Pernod Ricard Indonesia dalam mengajak Kertabumi untuk menjadi partner dalam program S&R tahun ini. Program ini dimulai dari bulan Juni, dibuka dengan penyerahan 200 botol pertama oleh Pernod Ricard Indonesia untuk kemudian diolah menjadi sampah yang bermanfaat oleh Kertabumi.

Setelah itu program ini akan dievaluasi setiap tiga bulan dengan melihat efektivitas-nya serta dampak bagi lingkungan dan komunitas yang memang menjadi perhatian utama Pernod Ricard Indonesia. Selain itu, produk-produk jadi yang telah dihasilkan Kertabumi nantinya juga akan dijual di toko online Tokopedia, agar memudahkan masyarakat membeli produk jadi ini.