BREAKINGNEWS.CO.ID – Kepolisian Daerah  Jawa Barat ikut menahan dan menetapkan tiga orang lain bersama Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka dalam kasus  dalam kasus penganiayaan terhadap dua remaja berinisial MZ (17) dan CAJ (18).

"Dalam kasus ini kita tetapkan lima tersangka," kata Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto, di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/12/2018).

Adapun ke lima tersangka tersebut berinisial AG, BA, HA, HDI, dan SG. Namun, dari kelimanya, hanya dua yang sudah dilakukan penahanan. "Dua orang AG dan BA ditahan beberapa waktu lalu di Polres Bogor," kata dia.

Sementara, Bahar bin Smith baru ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan Selasa (18/12/2018) malam. "Kemudian tersangka BS jam sekarang sudah dilakukan penahanan di Mapolda Jabar untuk proses hukum," tutur dia.

Bahar ditetapkan tersangka berdasarkan alat bukti yang didapatkan penyidik. Dalam kasus ini, polisi menjerat Bahar dengan pasal berlapis yakni Pasal 170 Ayat (2), Pasal 351 Ayat (2), Pasal 33 Ayat (2) dan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perindungan Anak.

Kasus dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada Sabtu (1/12/2018) lalu.

Peristiwa ini terjadi di salah satu pesantren di Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kasus dugaan penganiayaan ini dilaporkan kedua orangtua korban ke Mapolres Bogor pada Rabu (5/12/2018), dengan laporan nomor LP/B/1125?/XI/I/2018/JBR/Res.Bgr

Menurut sejumlah pengamat seperti  dosen komunikasi politik dari Universitas Komputer Indonesia Adiyana Slamet, ia melihat penahanan penceramah kontroversial itu adalah blunder untuk pendukungnya.

“Bisa terjadi blunder bagi dia dan kelompok pendukungnya, karena Islam setahu saya tidak mengajarkan mencaci maki pemimpin dan tidak mengajarkan kebencian,” kata Adiyana.

Implikasi praktisnya adalah akan ada kelompok yang belum menentukan pilihan akhirnya memutuskan tidak memilih Prabowo. Dia bisa berlabuh ke Jokowi atau Golput.

Apa yang dikatakan Aziz benar selama yang dia maksud adalah kelompok yang sejak awal memang telah menjatuhkan pilihan ke Prabowo-Sandi, kata Adiyana. “Bagi mereka, Bahar adalah sesuatu yang baik. Pengikutnya tidak mungkin goyah beralih pilihan karena kasus ini,” pungkas Adiyana.