BREAKINGNEWS.CO.ID -Sejak resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penyebaran pesan bohong atau hoax pada Jumat (5/10/2018), berkas penyidikan Ratna Sarumpaet dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Ratna akan segera diseret ke meja hijau untuk disidangkan.
 
"Kasus Ratna resmi P21," ucap Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum, AKBP Jerry Siagian kepada wartawan, Rabu (30/1/2019).
 
Jerry menambahkan, pihaknya juga segera melimpahkan tersangka dalam hal ini Ratna ke Kejati DKI Jakarta berikut dengan barang bukti atau melakukan pelimpahan tahap dua. Pelimpahan tahap dua sendiri rencananya akan dilakukan besok, Kamis 31 Januari 2019.
 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pihak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mengembalikan berkas kasus hoax Ratna ke Polda Metro Jaya pada Kamis 22 November 2018 karena masih ada kekurangan syarat formil dan materiil pada berkas tersebut.
 
"Jaksa Peneliti Kejati DKI Jakarta mengembalikan berkas atas nama tersangka RS," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi dalam keterangan tertulisnya, Jumat 23 November 2018.
 
Selanjutnya, guna melengkapinya penyidik menambah keterangan saksi, yakni Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nanik S. Deyang dan akademisi Rocky Gerung.
 
Dalam kasus ini Ratna Sarumpaet ditahan polisi, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus hoaks, Jumat 5 Oktober 2018. Aktivis perempuan itu sempat menggegerkan publik, karena mengaku diamuk sejumlah orang.
 
Penyebaran pesan bohongnya itu lantas dibongkar polisi. Lebam di wajah Ratna terbongkar bukan akibat dipukul, melainkan akibat operasi sedot lemak di RSK Bina Estetika.
 
Oleh polisi, ibu kandung artis Ariqah Hasiholan ini dijerat Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 46 tentang Peraturan Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dari penerapan pasal berlapis itu, Ratna terancam hukuman 10 tahun penjara.