WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump secara terang-terangan mengatakan bahwa ia tidak pernah suka dengan media-media mainstream AS seperti New York Times, Washington Post, CNN, NBC, dan Buzsfeed news menjadi sasaran tudingan berita palsu atau fake news oleh miliarder nyentrik tersebut.

Trump lebih menyukai media-media sayap kanan seperti Breitbart yang memang mendukung suami Melania itu untuk menjadi presiden. Bahkan, ia sempat mengangkat pendiri media itu, Steve Bannon jadi penasihatnya. Namun belakangan dipecat juga oleh Trump setelah banyak desakan bahwa bisikan kebijakannya kepada Trump dianggap ngawur.

Kebencian Donald Trump terhadap media mainstream AS mencapai level terbaru. Pada Kamis (12/10/2017), dia mengancam akan membekukan izin terhadap media televisi AS, NBC beserta jaringannya. Padahal, jaringan televisi NBC-lah yang membuat Donald Trump jadi superstar dalam acara The Apprentince.

Bukan tanpa alasan, Trump mencabut izin NBC dikarenakan media tersebut telah melaporkan bahwa Trump ingin meningkatkan persenjatan nuklir AS hingga sepuluh kali lipat. Dia pun melabeli laporan itu sebagai "berita palsu" dan "murni fiksi.

NBC juga membuat marah Gedung Putih minggu lalu saat melaporkan Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson telah memanggil Trump "tolol".

Ancaman mencabut izin itu, disampaikan Trump melalui Twitter. Pada Rabu (11/10), ia berkicau, "Dengan semua berita palsu yang keluar dari NBC dan The Networks, untuk apa lagi mempertahankan izin mereka? Ini buruk untuk negara!."

Saat menyambut Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau di Washington pada sore hari, presiden AS itu membantah kisah NBC tersebut.

"Terus terang menjijikkan cara pers bisa menulis apa saja yang ingin mereka tulis, dan orang-orang harus sadar itu," kata Trump di Gedung Putih.

Ketika ditanya apakah dia ingin meningkatkan persenjataan nuklir AS, Trump mengaku hanya pernah membahasnya agar tetap mempertahankan persenjataan itu dalam "kondisi sempurna".

"Tidak, saya hanya ingin persenjataan nuklir itu benar-benar dipelihara dengan sempurna - yang sekarang dalam proses pemeliharaan," kata dia.

"Tapi mereka mengatakan bahwa saya menginginkan 10 kali lipat dari apa yang kita miliki saat ini, itu sama sekali tidak perlu, percayalah."

Donald Trump menambahkan, "Saya ingin modernisasi dan saya ingin rehabilitasi total, kedalam bentuk prima."

Menteri Pertahanan Jim Mattis juga membantah cerita NBC. "Laporan terbaru bahwa Presiden meminta peningkatan persenjataan nuklir AS benar-benar salah," kata Mattis dalam sebuah pernyataan.

"Itu jelas laporan yang salah dan tidak bertanggung jawab."

Melihat ancaman ini, pengamat media berpendapat bahwa presiden akan berjuang untuk menghapus lisensi penyiaran jika dia ingin melakukannya.

Federal Communications Commission atau Komisi Komunikasi Federal yang mengatur stasiun penyiaran AS tidak mengeluarkan lisensi ke jaringan NBC secara keseluruhan, namun ke stasiun lokal.

Sementara itu, NBC memiliki hampir 30 stasiun lokal.

Menurut para pakar penyiaran di AS, akan sulit untuk mencabut sebuah lisensi atas dasar bahwa laporan itu diduga tidak berimbang.

BREAKINGNEWS.CO.ID