BREAKINGNEWS.CO.ID - Beredar foto spanduk mengatasnamakan pasangan capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menyebutkan '2019 Tenggelamkan PKI' di kalangan wartawan.

Tak diketahui spanduk tersebut berada, namun tulisan dalam spanduk tersebut menjadi sorotan. Bagaimana tidak, dalam spanduk yang memiliki warna putih tersebut menyinggung soal Partai Komunis Indonesia (PKI). Entah kepada siapa spanduk itu dialamatkan, yang jelas tertera 'Prabowo-Sandi For Presiden Indonesia Kuat'.

Selain itu, dalam spanduk tersebut juga tertera sejumlah tagar. Adapun tagar-tagar tersebut antara lain yakni #PKIBerkedokPancasila, #JKWBersamaPKI, #JKWHoakNasional, #JKWSontoloyoNasional dan #JKWGenseruwoNasional.

Beredar spanduk mengatasnamakan relawan Prabowo-Sandi yang menyinggung soal PKI. (Foto: Dok. Istimewa)

Jika dilihat dari deretan tagar tersebut, bisa dianggap merupakan bentuk serangan politik terhadap salah satu pasangan calon di Pilpres 2019. Penggunaan huruf dalam tagar tersebut juga menggunakan inisial salah satu calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi).

Saat dikonfirmasi, anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean membantah jika benar adanya spanduk tersebut dibuat oleh pihaknya maupun relawan yang mengatasnamakan paslon nomor urut 02 itu.

Menurut Ferdinand, tim Prabowo-Sandi dalam berpolitik tidaklah serendah itu. Kemudian, dirinya pun mencontohkan seperti spanduk 'Raja Jokowi' yang sebelumnya juga sempat beredar.

"Ahh nggak mungkin spanduk seperti itu dipasang oleh tim kami. Tim Prabowo-Sandi tidak serendah itu berpolitik. Dipastikan dulu, bisa jadi itu playing victim, sama seperti spanduk raja Jokowi itu, ternyata yang pasang pendukung sendiri. Padahal sudah teriak teriak lawan politik," kata Ferdinand kepada breakingnews.co.id melalui pesan singkatnya, Selasa (4/12/2018).

Terkait dengan hal itu, lantas dirinya pun mempertanyakan keberadaan spanduk tersebut. Menurutnya, jika spanduk tersebut tak diketahui, maka sudah dipastikan jika spanduk itu hoax.

Menurutnya, di tahun politik saat ini, berbagai macam cara yang dapat dilakukan oleh segelintir orang. Untuk itu, dirinya lebih memilih berhati-hati dalam menanggapi suatu hal yang berhubungan dengan politik. Terlebih, beberapa bulan kedepan, Indonesia akan menggelar perhelatan pemilihan presiden dan wakil presiden yang akan berlansung pada April 2019 mendatang.