BREAKINGNEWS.CO.ID – Presiden Jokowi sudah mengambil keputusan bahwa ibu kota Republik Indonesia yang baru akan dibangun di Pulau Kalimantan. Hal itu ia tegaskan dalam pidato kenegeraan di Sidang Umum MPR, di Gedung DPR/MPR, Jakarta 16 Agutus 2019.

Pemerintah juga memberikan berbagai alasan mengapa ibu kota negara perlu dipindah dari Jakarta ke tempat lainnya. Salah satunya karena Jakarta yang dianggap sudah terlalu padat. Alasan lain adalah upaya memeratakan kesejahteraan agar tidak hanya terpusat di Jawa.

Selanjutnya Pada Kamis (22/8/2019), Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil menyebutkan, ibu kota baru akan berlokasi di Kalimantan Timur. Namun pernyataan Sofyan ini langsung dibantah Presiden Jokowi. Hal itu memaksa Sofyan memberikan klarifikasi.

Rapat Presiden pada akhir April 2019, Presiden Jokowi mengadakan rapat khusus membahas pemindahan Ibu Kota di Kantor Kepresidenan Jakarta.  Saat rapat itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menawarkan tiga opsi tentang pemindahan ibu kota kepada presiden.

Pilih Kalimantan

Pertama, ibu kota tetap di Jakarta. Kedua, ibu kota dipindahkan di wilayah radius 50-70 kilometer dari Jakarta. Ketiga, ibu kota dipindahkan ke luar Jawa. Saat itu, Presiden memilih opsi terakhir untuk memindahkan ibu kota ke luar Pulau Jawa.

Kajian sejumlah wilayah sebagai tindak lanjut dari rapat pemindahan ibu kota negara yang sebelumnya, Presiden melakukan kunjungan langsung ke Kalimantan untuk meninjau lokasi-lokasi yang disebut akan menjadi pengganti Jakarta.

Presiden Joko Widodo 

Pada kunjungan awal Mei 2019, Jokowi mendatangi langsung sejumlah tempat di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur yang menjadi kandidat ibu kota baru. Lokasi yang dikunjungi di antaranya adalah Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dan Kabupaten Gunung Mas di Kalimantan Tengah.

Jokowi kala itu didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Kepala BPN Sofyan Djalil.

Belum Tentu Kaltim

Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil memberikan petunjuk bahwa ibu kota negara yang baru akan dipindahkan ke Provinsi Kalimantan Timur.  Pernyataan itu ia sampaikan saat berada di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (22/8/2019). “Iya Kaltim benar, tapi belum tahu lokasi spesifiknya di mana,” ujar Sofyan.

Ia menyebut akan segera mengunci lahan di lokasi ibu kota baru jika keputusan sudah resmi disampaikan. “Begitu diputuskan di mana lokasinya, akan kami kunci (lahannya),” kata dia.

Menanggapi pernyataan Menteri ATR Sofyan Djalil, Jokowi membantah bahwa pemerintah telah menetapkan pilihan provinsi mana yang akan menjadi lokasi ibu kota baru bagi Indonesia. Menurut Jokowi, belum adanya keputusan ini karena masih terdapat sejumlah kajian yang harus dilakukan.

“Masih tunggu satu atau dua kajian. Akan kami umumkan pada waktunya, masih nunggu kajian, tinggal satu dua kajian belum disampaikan kepada saya,” kata Jokowi di Istana Bogor, Kamis (22/8/2019).

Tidak dijelaskan secara gamblang apa kajian yang dimaksud oleh Presiden, yang pasti belum ada keputusan final dari pemilihan lokasi calon ibu kota baru ini.

Setelah adanya bantahan Presiden Jokowi, Sofyan Djalil merevisi pernyataannya mengenai lokasi ibu kota baru. Menurut dia, saat ini lokasi pusat pemerintahan baru belum ditentukan. "Belum ada keputusan. Tunggu saja," ujar Sofyan, Kamis (22/8/2019). Ia menyebutkan, lokasi ibu kota baru bakal diumumkan Presiden Joko Widodo.

Pindah Era Jokowi

Kini realisasi pemindahan Ibukota terus ditunggu. Namun perpindahan ibu kota diyakini akan terjadi dalam waktu dekat. Setidaknya masih di era pemerintahan Presiden Jokowi periode kedua.

Hal ini makin dikuatkan dengan beredarnya desain tata kota ibukota Republik Indonesia yang baru. Meskipun belum diumumkan lokasi detailnya, namun lokasinya sidah dipastikan di Kalimantan.  

Ibukota baru ini nantinya akan jadi identitas bangsa. Konsep rancangan kota diambil dari perisai Pancasila. Sebuah bahan paparan berjudul ‘Gagasan Rencana dan Kriteria Desain Ibu Kota Negara (IKN)’ beredar. Dokumen tersebut berisi desain dari Ibu Kota Negara yang baru dan berlogo resmi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Identitas Bangsa

Dalam konsep gagasan desain ibu kota tersebut, pembangunan ibu kota baru disesuaikan dengan identitas bangsa yakni Pancasila. Unsur perisai di Pancasila dengan 5 sila jadi pusat kota yang membagi kota menjadi 5 lajur/simpang. Pusatnya terdapat Monumen Pancasila, mirip dengan Monumen Nasional namun dengan dasar bintang segilima.

Konsep kota yang dibangun adalah kota modern yang compact dan inklusif. Tata ruang sangat berorientasi dengan lingkungan (ruang terbuka hijau) dan sosial masyarakat. Tak lupa infrastruktur kota juga saling terintegrasi dengan transportasi publik.

Kota juga dibangun dengan koneksi teknologi informasi. Ibu kota yang baru ini juga akan mengedepankan arsitektur yang sesuai dengan kearifan lokal dan arsitektur modern yang dibangun dengan material ramah lingkungan.

Kota ini diharapkan mampu menyeimbangkan aspek sosial, ekonomi maupun lingkungan. Harapannya juga kota ini bisa jadi contoh dan acuan kota-kota di Indonesia pada umumnya. Ibu kota baru akan jadi kota cerdas dan berstandar internasional.

Sebagai sentral ada Monumen Pancasila, lalu di bagian bawah (selatan) akan dibangun Istana Presiden. Tak lupa danau buatan pun akan dibangun di kota ini.

Ruang Terbuka 

Kalimantan yang dominan ruang terbuka hijau pun akan tetap dilestarikan dengan konsep Integrasi Ruang Hijau (pohon) dan Biru (air). Kota ini akan didominasi ruang terbuka hijau sekaligus beberapa danau sebagai penyeimbang ekosistem di kawasan tersebut.

Monumen Pancasila akan dibangun sebagai sentral kota, di mana lokasinya satu garis lurus dengan Istana Presiden. Lalu di sebelah kiri ada Perumahan Menteri yang bersanding dengan TNI dan Polri. Belum diketahui kawasan yang diperuntukkan untuk pegawai pemerintah ataupun masyarakat umum.

Presiden Jokowi sudah menunjuk Kalimantan sebagai lokasi ibu kota baru Republik Indonesia. Opsinya bisa di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur atau Kalimantan Selatan. Akan tetapi lokasi detailnya belum diumumkan ke publik.  Setelah Bukit Soeharto dicoret kini tersisa dua lokasi. 

“Di mana pastinya, sejauh ini telah mengerucut ke salah satu provinsi: bisa di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan,” tulis Presiden Jokowi melalui fanpage facebook-nya yang diunggah beberapa hari lalu.

Rencana pemindahan ibu kota pemerintahan Republik Indonesia dari Jakarta tampaknya sudah final. Presiden Jokowi sudah berulang kali menyatakan bahwa ibu kota akan dipindahkan lebih ke tengah dan di luar pulau Jawa.

Beberapa hari lalu, Presiden kembali menegaskan lokasi calon ibu kota baru berada di pulau Kalimantan. Meskipun belum jelas, namun sudah mengerucut ke 3 provinsi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.