BREAKINGNEWS.CO.ID - Sebanyak enambelas warga negara Arab Saudi masuk ke dalam daftar hitam, hal tersebut dinyatakan oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat. Mereka diduga terlibat dalam pembunuhan jurnalis dan kolumnis surat kabar The Washington Post, Jamal Khashoggi, di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018 lalu.

Dalam keterangan pers yang disampaikan pada Senin (8/4/2019) lalu, Kemlu AS menyatakan ke-16 warga Saudi yang masuk ke dalam daftar hitam itu termasuk Saud al-Qahtani dan Maher Mutreb. Keduanya merupakan orang dekat Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Seperti dilansir Associated Press, Selasa (9/4), al-Qahtani merupakan mantan penasihat bin Salman. Sedangkan Mutreb adalah bagian dari rombongan bin Salman apabila melakukan kunjungan ke luar negeri.

Belasan warga Saudi itu dan keluarga mereka saat ini dilarang berkunjung ke AS. Sebelum meninggal, Khashoggi merupakan wartawan yang gencar mengkritik kebijakan Raja Salman dan Pangeran Mohammed bin Salman. Terutama dalam hal pelanggaran hak asasi manusia di dalam negeri dan di luar negeri. Seperti keterlibatan Saudi dalam Perang Yaman.

Sejak saat itu diduga Khashoggi menjadi target pemerintah Saudi. Kesempatan muncul ketika dia disebut datang ke Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018 lalu. Menurut kekasihnya, Hatice Cengiz, dia mengantar Khashoggi karena hendak mengurus dokumen untuk keperluan menikah. Pembunuhan itu diduga diperintahkan oleh bin Salman. Dia diduga memberi kewenangan Kelompok Intervensi Cepat Saudi untuk beroperasi. Kelompok itu diawasi oleh Saud al-Qahtani.

Meski sempat membantah, Saudi akhirnya mengakui Khashoggi tewas di dalam konsulatnya. Namun, Riyadh berkeras membantah keterlibatan dalam pembunuhan sadis itu. Saudi mengklaim bahwa pembunuhan itu dilakukan oleh sejumlah pejabatnya di luar kewenangan mereka.

Qahtani sendiri telah dipecat karena diduga terlibat pembunuhan Khashoggi. Sejauh ini, sebanyak 11 pejabat Saudi telah didakwa atas kematian. Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) bahkan menyimpulkan MbS-lah yang memerintahkan langsung pembunuhan itu. Pelapor khusus PBB, Agnes Callamard, juga menyimpulkan bahwa Khashoggi di bunuh dalam operasi terencana oleh sejumlah pejabat Saudi.