BREAKINGNEWS.CO.ID - Para pelaku industri ekonomi kreatif biasanya dihadapkan pada masalah penjaminan yang kurang maksimal. Untuk mengatasinya, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengajak para pelaku ekonomi kreatif untuk segera mendaftarkan Intellectual Property (IP). Padahal penjualan IP adalah ujung tombak dari sebuah ekonomi kreatif. Untuk itu, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) melihat perlunya untuk meningkatkan kolaborasi antara para ahli lintas bidang melalui Program Katapel.

Deputi 4 Pemasaran BEKRAF Joshua Simandjuntak mengatakan, melalui program ini, Bekraf akan menjembatani para pelaku kreatif atau pemilik IP dengan para ahli di bidang pemasaran lisensi IP dengan tujuan membangun ekosistem yang berkelanjutan untuk mengembangkan berbagai IP lokal serta memperkuat nilai jual dalam dan luar negeri.

“Penjualan IP bisa dilakukan melalui tiga cara, yaitu jual putus, jual lisensi, dan jual franchise. Namun masih banyak pelaku kreatif kita yang belum paham masalah ini. Padahal potensi daya jualnya cukup tinggi,” ujarnya.

Program Katapel ini diadakan BEKRAF yang bekerja sama dengan Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (AINAKI) dan didukung konsultan IP kreatif Danumaya Dipa.  Semua pelaku kreatif, kreator, dan mitra bisnis para kreator dari berbagai bidang kreatif khususnya di bidang animasi, film, komik, dan games bisa mendaftar untuk mengikuti Program Katapel ini. Begitu juga dari bidang kreatif lainnya.

Namun, para peserta yang akan ikut dalam Program Katapel 2018 ini harus melalui tahap seleksi terlebih dahulu. Dari seluruh perserta yang mendaftar, akan diseleksi hanya 50 IP/Peserta saja yang berkesempatan mengikuti short course atau kursus kilat selama enam hari. Para peserta akan diberikan materi secara mendalam, soal bagaimana membuat strategi  komersialisasi dan distribusi IP agar dapat memiliki nilai jual lisensi yang tinggi baik dalam negeri maupun luar negeri.

Beberapa profesional dalam bidang pemasaran lisensi yang akan ikut bergabung sebagai pengajar di antaranya Mochtar Sarman yang kini menjabat sebagai Director of Merchandising Asian Games Indonesia (INASGOC).

Dengan pengalamannya di industri lisensi selama 21 tahun, termasuk dedikasinya memimpin Disney Indonesia dan memimpin divisi merchandise Asian Games 2018, Mochtar Sarman telah memberinya pencapaian besar dalam industri yang mengubah pasar lisensi Indonesia menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Selain itu ada juga Bambang Sutedja, selaku Direktur Medialink Animation Ltd. untuk Asia Tenggara, seorang praktisi lisensi dan profesional yang memiliki 11 tahun pengalaman dalam industri IP kreatif. Tujuan utamanya adalah untuk membangun dan memanfaatkan bidang pemasaran lisensi Asia Tenggara ke tingkat yang lebih tinggi dengan pengetahuan, keterampilan. Dia juga berpengalaman dalam menangani nama-nama besar seperti Cartoon Network, Nickelodeon, Transformers, My Little Pony dan banyak lagi.

Tidak hanya itu, Helena Irma Tegoeh, Direktur Animation International untuk Asia Tenggara juga akan ikut mengajar. Dia telah mengabdikan 9 tahun hidupnya di bidang lisensi. Dia berhasil mewujudkan impian banyak orang, dengan mengubah karakter klasik seperti Doraemon menjadi lebih fresh dengan menciptakan konsep-konsep strategi komersialisasi yang baru. Selain Doraemon, nama besar seperti Dragon Ball, One Piece dan Seri Kamen Rider adalah properti yang dikelola di bawah manajemen Animation International.

Setelah selesai mengikuti kursus kilat selama enam hari, 50 peserta itu akan diseleksi lagi menjadi 15 peserta yang akan diikutkan pada Demo Day. Di sini, para peserta berkesempatan untuk mempresentasikan profil IP mereka di depan para calon investor atau pembeli lisensi IP. Dari 15 peserta itu, kemudian akan dipilih 5 Peserta/IP yang  akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan bimbingan secara eksklusif dalam mengembangkan strategi komersialisasi IP mereka.

Tidak hanya itu, mereka juga berkesempatan ikut serta pada acara-acara trade show berskala internasional dengan dukungan dari Bekraf. Pendaftaran program Katapel ini dibuka secara umum mulai hari ini,  8 Oktober 2018 hingga 17 Oktober 2018, yang kemudian akan melalui tahap seleksi pertama. Detail program Katapel dan tata cara pendaftaran dapat diakses di www.katapel.id/daftar