BREAKINGNEWS.CO.ID - Sejak didirikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2015 lalu, Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) Indonesia ini bertanggung jawab terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Banyak hal sudah dilakukan oleh lembaga non kementerian tersebut. Tak sekedar sebagai wadah, BeKraf juga memfasilitasi 16 sub sektor untuk diperkenalkan ke pasar global.

Banyak sudah event bertaraf dunia yang diikuti BeKraf bersama beberapa sub sektor untuk memperkenalkan produk mereka. Saat ini BeKraf bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri akan mengadakan sebuah event yang akan menampilkan pelaku kreatif dari seluruh dunia. Event bertaraf dunia ini pertama kalinya diadakan di Indonesia, yang mungkin di dunia juga belum pernah ada.

Event bertajuk The World Conference On Creative Economy atau yang disingkat dengan WCCE akan diselenggarakan pada 6-8 November 2018 mendatang di Nusa Dua, Bali. Event ini bukan sekedar ajang untuk menjual produk dari masing-masing negara peserta namun sebagai wadah bertukar pengalaman atas sebuah permasalahan terkait industri kreatif.

Seperti yang dikatakan Triawan Munaf selaku Kepala BeKraf hari Selasa (25/9/2018) untuk press conference The 1st World Conference On Creative Economy (WCCE) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, yang juga turut dihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman M. Fachir, Deputi Antar Lembaga dan Wilayah BeKraf Endah Sulistianti, CEO/Founder Tokopedia William Tabuwijaya dan Musisi/Personil Slank Abdee Negara.

Ajang ini ingin menunjukan Indonesia sebagai leader dalam hal industri kreatif dan ingin menunjukan sebagai tuan rumah yang baik, karena WCCE merupakan soft event dan bukanlah hard event. Sekaligus meneruskan kesuksesan atas penyelenggaraan Asian Games 2018 lalu.

Hasil dari event WCCE ini nantinya akan di bawa dan menjadi bahan presentasi Indonesia dalam sidang majelis umum PBB yang akan diselenggarakan hingga bulan Desember mendatang. Indonesia ingin menunjukan bahwa industri kreatif bisa menjadi solusi global di saat sumber daya alam yang bisa dikatakan terbatas mencapai pada titik tidak dapat digunakan lagi atau habis.

Indonesia sebagai tuan rumah sebenarnya memiliki modal untuk mempresentasikan dan memperkenalkan industri kreatif, yang saat ini sudah punya nama besar. Sebut saja platform online seperti Tokopedia yang dimulai dari nol dan kini menjadi salah satu wadah bagi pelaku industri kreatif untuk menjual hasil karyanya.

Sedangkan karya anak bangsa lainnya bahkan sudah di adaptasi salah satu negara ASEAN. Ini membuktikan Indonesia sudah selangkah demi selangkah lebih maju untuk banyak negara. Alasan lainnya karena Indonesia salah satu dari 4 negara dengan populasi terbesar dan memiliki SDM yang memadai. Hal ini juga yang mungkin bisa menjadikan Indonesia sebagai leader untuk kemajuan industri kreatif kedepannya.