BREAKINGNEWS.CO.ID - Badan Ekonomi Kreatif (BekRaf) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI akan mengelar The World Conference on Creative Economy (WCCE) 2018 yang akan berlangsung selama tiga hari pada 6 sampai 8 November 2018 di Bali.

Setelah melakukan dua kali pertemuan Preparatory Meeting I pada Desember 2017 dan Preparatory Meeting II pada Mei 2018 yang membahas “Kick Off Friends of Creative Economy" atau persiapan menjelang WCCE 2018. Bekraf kembali mengadakan pertemuan terkait pelaksanaan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2018 pada Selasa, (25/9/2018) di Menteng, Jakarta Pusat.

Badan Ekonomi Kreatif (BekRaf).

Pertemuan ini turut dihadiri Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, Wakil Menteri Luar Negeri, Abdurrahman M Fachir, Deputi Antar Lembaga dan Wilayah Bekraf, Endah Sulistianti, CEO/Founder Tokopedia, William Tanuwijaya dan gitaris grup band Slank, Abdee Negara.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BekRaf) Triawan Munaf mengatakan, WCCE 2018 ini diharapkan dapat menjadi saran strategis untuk mendukung perkembangan ekonomi kreatif sebagai lokomotif perekonomian nasional dan jejaring internasional yang kuat di pasar global.

“Negara ada 50 lebih negara di seluruh dunia. Tapi tidak semua merangkul kreatif ekonomi, banyak yang lebih terbelakang dari kita, bahkan ada yang belum memiliki lembaga kreatif ekonomi,” kata Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, di Konferensi Pers WCCE, di KA UM Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Mengusung tema “Inclusively Creative”, Triawan mengatakan WCCE akan diikuti 1.000 peserta dari dalam maupun luar negeri. Pada forum tersebut akan membahas 4 isu utama yaitu kohesi sosial, regulasi, pemasaran, ekosistem, dan pembiayaan industri kreatif.

Menurut Triawan, Industri kreatif telah membentuk sebuah persaingan usaha yang kompetitif, di mana semua orang dapat ambil bagian dalam ekonomi yang sedang berkembang.

“Geografis juga bukan lagi menjadi sebuah penghalang, karena internet dan teknologi baru lainnya memungkinkan orang-orang dari seluruh dunia untuk berkolaborasi dan bekerja sama,” kata Triawan.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman M. Fachir mengatakan, keterlibatan Kementerian Luar Negeri dalam penyelenggaraan WCCE merupakan bentuk komitmen konkret dalam mendukung diplomasi ekonomi Indonesia.

“Kemlu telah terlibat sejak The 1st Preparatory Meeting WCCE tahun 2017 yang dilanjutkan dengan The 2nd Preparatory Meeting of WCCE tahun 2018. Kemlu yang menginisiasi Friends of Creative Economy (FCE),” ujar Fachir.

Deputi Antar Lembaga dan Wilayah Bekraf, Endah Sulistianti, mengatakan tujuan utama WCCE ini sebenarnya ingin menunjukan ekonomi kreatif Indonesia uang sudah berkontribusi besar.

“Kita ingin menunjukan bahwa ekonomi kreatif ini berkontribusi besar terhadap Republik Indonesia. Kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa WCCE 2018 ini adalah sebuah solusi baru untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi kreatif, kita memberikan tawaran kepada dunia ketika nantinya sumber daya alam habis, bahwa yang tidak akan habis dan fleksibel itu adalah krratifity,” ujar Endah Sulistianti.

Hal serupa juga disampaikan gitaris band Slank, Abdee Negara, untuk mengangkat daya saing produk-produk Indonesia, WCCE ini menjadi buah pemikiran Abdee Negara.

“Menurut saya It’s about time, Indonesia punya cara sendiri, menjadi pembicaraan di level dunia, dunia hanya melihat sebagai pekerja, negara yang memiliki sumber daya alam yang besar, menurut saya yang akan bertahan kreatifitas, yang kita melewati beberapa tahap, jika Indonesia dalam bidang industri, Industri kreatif mengejar ketinggalan itu,” ujar Abdee.

Rencananya, The 1st World Conference on Creative Economy (WCCE) 2018 akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 6 November mendatang.