BREAKINGNEWS.CO.ID -  Otoritas pasar saham dalam negeri, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan perdagangan saham pada pekan pertama Februari 2020 berhasil ditutup positif, yang ditunjukkan dengan kembali naiknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Ini ditandai dengan bangkitnya IHSG pada pekan ini yang mengalami peningkatan sebesar satu persen menjadi 5.999,6 dari 5.940,05 pada penutupan perdagangan pekan lalu," kata Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sudono seperti dikutip dari laman Antaraews.com, Sabtu (8/2/2020).

Senada dengan IHSG, nilai kapitalisasi pasar selama sepekan juga mengalami peningkatan sebesar 1,01 persen menjadi Rp6.933,71 triliun dari Rp6.864,27 triliun pada penutupan perdagangan pekan lalu.

Sedangkan untuk rata-rata nilai transaksi harian pada pekan ini mengalami peningkatan sebesar 8,66 persen menjadi Rp6,873 triliun dari Rp6,325 triliun pada pekan sebelumnya.

Adapun rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan juga mengalami peningkatan sebesar 1,5 persen menjadi 424.727 ribu kali transaksi dari 418.443 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian mengalami perubahan sebesar 4,07 persen menjadi 6,19 miliar unit saham dari 6,46 miliar unit saham pada pekan sebelumnya.

Investor asing pada akhir pekan juga mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp40,07 miliar, sedangkan sepanjang 2020 beli bersih asing tercatat sebesar Rp176,79 miliar.

Wall Street

Sementara itu, Wall Street jatuh dari rekor tertinggi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah reli empat hari karena investor mencerna laporan pekerjaan bulanan AS dan bersiap untuk perkembangan Virus Corona berikutnya, tetapi masih membukukan kenaikan kuat untuk minggu ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 277,26 poin atau 0,94 persen, menjadi berakhir di 29.102,51 poin. Indeks S&P 500 berkurang 18,07 poin atau 0,54 persen, menjadi ditutup di 3.327,71 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir turun 51,64 poin atau 0,54 persen, menjadi 9.520,51 poin.

Sebagian besar sektor S&P 500 jatuh, dengan sektor material dan teknologi yang paling lemah kinerjanya.

Indeks S&P 500 mencatat kenaikan persentase mingguan terbesar dalam delapan bulan dan Nasdaq membukukan kenaikan mingguan terbesarnya dalam lebih dari setahun.

Baca juga: Harga emas naik lagi, kekhawatiran virus lampaui data kuat ekonomi AS

"Ini hanya kemunduran teknis berdasarkan kenaikan besar yang kami alami minggu ini," kata Kepala Strategi Pasar di Miller Tabak, Matt Maley.