MANADO - Proses evakuasi korban timbunan proyek pembangunan jalan tol di Minahasa Utara yang runtuh berlangsung tegang. Pasalnya, korban yang tertimbun merupakan pekerja proyek sebanyak 3 orang yang tengah bekerja. Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 15.00 WITA, Selasa (17/4/2018).

Dalam proses evakuasi tersebut, tim penyelamat langsung melaksanakan tindakan awal mengevakuasi korban dengan menggunakan alat ektraksi. Selain itu, para petugas juga menggunakan truck personnel sebanyak 2 unit, rescue car 1 unit, dan rescue truck 1 unit. Peralatan ekstraksi yang digunakan pun berupa oksigen portabel 2 buah, alat komunikasi dan emergency lighting.

Adapun tim evakuasi yang berada di lapangan terdiri dari Basarnas, polisi dan unsur masyarakat setempat. Tim evakuasi juga mengalami kesulitan dalam proses evakuasi tersebut. hal itu dikarenakan lokasi runtuhnya jalan tol yang sempit. "Awas kepala itu, terus... terus...," teriak para pekerja saat mengevakuasi Mustari, yang sempat tertimbun.

Korban yang berhasil diselamatkan, yakni Mustari. Korban yang berasal dari Blitar ini diletakkan diatas tandu dan kemudian ditandu beramai-ramai menuju ambulans. Korban pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Lambean untuk mendapatkan perawatan medis. Namun dua pekerja lainnya masih berusaha diselamatkan. Ketiga korban tersebut yakni Subang asal Blitar, Dadi asal Bandung dan Mustari asal Blitar.