JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan lima orang tersangka dari delapan orang yang diamankan terkait kasus suap proyek infrastruktur di Sumatera Utara.

Menurut Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, penangkapan terhadap Bupati Kabupaten Batubara, OK Arya Zulkarnaen (OK) berawal dari penangkapan terhadap pihak swasta Khairil Anwar (KHA) yang diperintah OK untuk mengambil uang sebesar Rp 250 juta dari tangan Sujendi Tarsono (STR).

"Tanggal 13 September sekitar pukul 12:44 WIB KHA masuk dealer milik STR dan keluar bawa kantong kresek warna hitam, lalu KPK ikuti sampai akhirnya kita amankan di daerah Amplas di Medan. Dari dalam mobil KHA, tim dapat uang tunai Rp 250 juta," tutur Basaria di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Usai mengamankan KHA, tim KPK mendatangi dealer milik Sujendi Tarsono (STR) di Petisah dan langsung membawa STR bersama dua orang karyawannya ke Polda Sumatera Utara untuk dimintai keterangan.

Dilokasi berbeda, pukul 13:00 KPK menuju rumah kontraktor Maringan Situmorang (MAS) dan Saiful Azhar (SAZ) dikediamannya di Medan. Usai itu, KPK kembali bergerak menuju rumah Kadis PUPR Helman Hendardy (HH). "Jadi ini semua dilakukan KPK secara paralel," kata Basaria.

Setelah mengamankan Helman Herdady, KPK menuju rumah dinas Bupati Kabupaten Batubara OK Arya Zulkarnaen dan berhasil didapatkan uanh Rp 96 juta dari seorang supir istri OK Arya, MRN. "Uang Rp 96 juta itu diduga uang yang ditransfer untuk AGS (Agus Salim) dari yang dijanjikan Rp 100 juta," ujar Basaria.