BREAKINGNEWS.CO.ID – Rancang bangun pesawat yang diwariskan oleh Presiden ketiga RI BJ Habibie terus berjalan. Saat ini desain pesaawat yang diberi nama  sementara R80 ((Regional dengan kapasitas 80 penumpang) tersebut karya anak bangsa yang belum lama berpulang tersebut sudah mendekati tahap akhir.

“Project Industri Strategis Indonesia R80 ini  tetap dilanjutkan,”ujar  ditegaskan Ilham Habibie di Hall A2, Kemayoran, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Karya pakar aeronatika kebanggaan Indonesia tersebut merupakan proyek untuk kepentingan bangsa, yang disesuaikan dengan karakter wilayah dengan lautan yang   memiliki banyak pulau hingga tepat untuk peningkatan ekonomi masyarakat kelak. “ Selain itu, SDM kita sudah sangat mumpuni  untuk membuat sebuah pesawat. Mulai dari CN 235, N250 dan kini R80. Padahal banyak negara menginginkan memiliki pesawat namun tak memiliki sumber daya manusianya dan SDM Indonesia memilikinya, tambah Ilham Habibie yang didampingi saat didampingi Desra dan Doddy Widjojonitisastro.

Lazimnya di dunia penerbangan, suku cadang untuk baling baling, engine, avionic, atau propheler, dibeli dari luar negeri  atau dari  darimana saja. Sedangkan bentuk serta kenyamanan tempat duduk penumpang di pesawat tergantung maskapai penerbangannya. “Jadi hanya soal struktur pesawat keseluruhan dibuat di Indonesia,”lanjut Ilham.

 

 Ditambahkan oleh Doddy Widjojonitisastro selaku perwakilan investor project Pesawat R80. Design secara keseluruhan dari R80 tersebut baru merupakan, satu tahap dari lima tahap yang harus dilalui oleh project senilai Rp. 1.6 Miliar US dollar tersebut. Dimana R80 diharapkan selesai serta baru bisa diterbangkan tahun 2024 nanti. Sementara di tahun 2026 diharapkan proses sertifikasi layak terbangnya bisa diperoleh, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar di dalam negeri sendiri, Indonesia.

“Saya mewakili investor sangat percaya R80, karena spirit Habibie masih ada. Bahkan desainnya dirancang langsung oleh BJ.Habibie,” ungkap Doddy lagi.

Fase dan tahapan ini  terus diselesaikan mengingat Indonesia merupakan pasar terbesar pesawat terbang. Dengan negara kepulauan terbesar di dunia, prospek masa depan pesawat R80 sangat  bagus. Jarak landasannya yang pendek (1,3 km), dengan mesin propheler dua baling baling yang aman, hemat, serta hanya membutuhkan infrastruktur bandara yang tidak terlalu luas, bahkan maintance-nya pun mudah karena diproduksi sendiri, lanjut Doddy.

Sementara Desra sebagai bagian dari investor R80, menjelaskan bahwa R80 merupakan wasiat BJ Habibie, dan prioritas Presiden Jokowi di masa kedua pemerintahannya ini, semoga itu lebih cepat terwujud. Dan pilihan pesawat propheler pastinya jauh lebih murah dibandingkan harga sebuah pesawat jet dan bisa dibangun oleh semua daerah di Indonesia. Sehingga berakibat perputaran bisnisnya jadi lebih cepat. Hadirnya R80 bisa mempercepat roda ekonomi dan bisnis. Dengan kecepatan 300 nautikal miles di ketinggian 25.000 kaki, R80 sangat menjanjikan lantaran mampu menutupi pasar yang tidak bisa ditutupi oleh Airbus dan Boeing. “Jadi dilihat dari prespektif bisnis sangat dibutuhkan Indonesia. Apalagi dengan kepulauan yang ada, demand pasti besar. Marketnya ada. Bahkan sejumlah investor dari luar seperti Timur Tengah, Eropa dan Asia, like this ideas. Jadi bisnis ini ada untuk kebutuhan Indonesia. R80 pure bisnis tanpa ingin membebani pemerintah. Namun sebagai industri strategis negara, kontribusi langsung atau tidak langsung dari pemerintah tentunya pasti ada,” tutup Doddy Widjojonitisastro.