JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, sampai Menko PMK Puan Maharani meninjau jalur mudik bareng di sepanjang Jawa sejak Minggu (10/6/2018). Selesai kunjungan dari Cipali sampai Ngawi itu, Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, menyampaikan mudik lebaran tahun ini berbeda dikarenakan jalan tol dari Jakarta telah tersambung bablas sampai ke Kota Surabaya.

"Saya sangat senang berbagai proyek infrastruktur jalan dari mulai Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur telah siap melayani para pemudik yang akan pulang ke kampung halamannya masing-masing," kata Bamsoet, dalam keterangan tertulis, Rabu (13/6/2018). Bambang tersenyum mengingat kata-kata Panglima TNI serta Kapolri sepanjang perjalanan darat di dalan mobil dari Brebes ke pos pengamanan mudik di Tegal, yang mencoba membandingkan Jokowi dengan Daendels.

Di tengah dialog ini, Bambang menyampaikan Kapolri sempat berkelakar supaya dia mengusulkan nama untuk tol dari Jakarta ke Surabaya diganti menjadi Tol Joko Widodo atau Tol Jokowi. "Harusnya Pak Ketua, nanti kalau sudah rampung segera usulkan nama jalan tol Jakarta-Surabaya adalah jalan tol Joko Widodo," ujar Kapolri yang didukung Panglima TNI kepada Bamsoet.

"Menko PMK yang ikut mendengarkan di dalam mobil ikut tertawa. Saya sendiri tersenyum saja mendengar canda serius Kapolri. Diam-diam di dalam hati saya bergumam, boleh juga usulan Kapolri dan Panglima TNI itu," beber Bamsoet. Pembangunan ruas tol Trans Jawa sepanjang 661 kilometer selalu dikebut pelaksanaannya. Sekarang ini ada tujuh  ruas yang tengah dalam masa konstruksi menuju target pengoperasiannya di tahun ini sampai akhir 2018 yang akan datang.

Jalan Tol Siap 

Ruas Trans Jawa paling Barat dimulai dari Pejagan-Pemalang yang mempunyai panjang keseluruhan 58 km (4 seksi). Sekarang ini sudah ada 20 km dari ruas itu yang beroperasi. Sementara 38 km sisanya dari Brebes Timur ke Pemalang tengah dalam konstruksi, dengan progres tanah 99, 95% serta fisik 80, 12%.

Berlanjut ke Tol Pemalang-Batang sepanjang 39 km yang terbagi dalam 2 seksi. Sekarang ini kedua seksinya masih dalam tahap konstruksi dengan progress tanah 98, 3% dan fisik 41, 79%. Ruas itu ditarget dapat beroperasi penuh bulan Juni 2018 yang akan datang. 

Ruas selanjutnya Trans Jawa yang sedang dalam pelaksanaan yaitu Batang-Semarang sepanjang 75 km (5 seksi). Sama seperti dengan Pemalang-Batang, kelima seksi dari ruas ini juga belum ada yang beroperasi. Progres pengadaan lahan sekarang ini sudah 97, 42% serta konstruksi 48, 47%.

Setelah dari Semarang, Tol Trans Jawa berlanjut ke ruas Semarang-Solo yang mempunyai panjang 73 km (5 seksi). 40 km dari total ruas itu sudah beroperasi, sedangkan 33 km dalam masa konstruksi, dari Salatiga menuju Kartosuro. Progres tanah sekarang ini sudah 97, 69% sedangkan konstruksi sudah 62, 66%.

Dari Solo, jalan bebas hambatan berlanjut terus ke arah Timur menuju ruas Solo-Ngawi sepanjang 90 km yang terbagi dalam 4 seksi. Lalu, sebelum masuk ke ruas Surabaya-Mojokerto, didahului terlebih dulu oleh Tol Ngawi-Kertosono sepanjang 87 km (4 seksi).