BREAKINGNEWS.CO.ID -  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melakukan terobosan di bidang pembinaan mahasiswa penerima beasiswa Baznas dengan memanfaatkan teknologi komunikasi digital. Direktur Lembaga Beasiswa Baznas (LBB), Sri Nurhidayah mengatakan, pihaknya memberikan pembinaan bagi mahasiswa penerima beasiswa cendekia, salah satunya adalah melalui kuliah WhatsApp. Dengan mengundang mereka dalam satu media group teknologi komunikasi digital.

“Kuliah melalui WhatsApp adalah salah satu pembinaan yang dilakukan BAZNAS untuk mahasiswa penerima beasiswa Baznas. Durasinya semester 5 sampai 8. Ini kami lakukan di semester 7,” kata Sri, di Jakarta, Selasa (25/02/2020).

Ada lima topik kuliah WhatsApp, salah satunya adalah Netiket atau etika di media sosial. “Netiket ini topik yang paling diminati mahasiswa. Kita buka empat group WhatsApp. Satu group itu ada 250 orang,” ujarnya.
Menurutnya, sistem kuliah ini tidak ada ujian akhirnya, karena sifatnya adalah pembinaan bagi mahasiswa. Dengan topik perkuliahan yang merupakan pilihan lembaga ini.

Namun karena kuliah ini merupakan pembinaan, maka sebelum mengikutinya ada akad yang ditandatangani mahasiswa tersebut.

“Alhamdulillah sejauh ini mereka memahami dan kami nilai yang hadir itu. Karena setelah kuliah WhatsApp ini, yang harus mereka lakukan adalah mengisi evaluasi dalam waktu 5-10 menit. Jadi, dari situ kita bisa lihat bagaimana mereka mengikuti, paham atau tidak,” jelasnya.

Secara umum tambah dia, mahasiswa penerima beasiswa cendekia Baznas memang mengikuti kuliah dengan bertemu langsung dosen dalam paparan mata kuliah di ruang kelasnya.

Namun pada sistem kuliah WhatsApp sebagai pembinaan ini dilakukan karena ada sebanyak 89 kampus di seluruh Indonesia yang tempat mahasiswa penerima beasiswa untuk menimba ilmu.

“Terlalu mahal jika mendatangkan atau kami datangi semua kampus itu. Jadi kuliah melalui WhatsApp ini, salah satu terobosan yang Baznas lakukan,” tukas Sri.

Dalam mengikuti sistem kuliah ini tidak ada sertifikat yang diberikan bagi mahasiswa. “Tidak ada ujian dan sertifikat, yang penting ilmu yang didapat bisa diterapkan dalam kehidupan mereka,” ujarnya.