BREAKINGNEWS.CO.ID - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) hanya menyalurkan zakat, infak dan sedekah (ZIS) hanya kepada delapan golongan mustahik yang membutuhkan, sesuai dengan syariat dan peraturan perundangan yang berlaku.

Delapan Mustahik tersebut adalah fakir (orang yang tidak memiliki harta, Miskin (orang yang ) penghasilannya tidak mencukupi), Riqab (hamba sahaya atau budak), Gharim (orang yang memiliki banyak hutang), Mualaf (orang yang baru masuk Islam), Fisabilillah (pejuang di jalan Allah), Ibnu Sabil (musyafir dan para pelajar perantauan) dan Amil zakat (panitia penerima dan pengelola dana zakat).

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Irfan Syauqi Beik mengatakan, BAZNAS menjamin penyaluran zakat tepat sasaran melalui berbagai program yang dilakukan.

Tidak hanya menyalurkan bantuan secara langsung, BAZNAS juga mengengmbangkannya melalui program pemberdayaan mustahik meliputi bidang ekonomi, pendidikan, kesahatan, sosial dan dakwah.

"Dengan dana zakat, infak dan sedekah yang ditunaikan masyarakat, BAZNAS mendorong peningkatan perekonomian dan kesejahteraan mustahik sehingga memiliki kehidupan yang lebih baik, dan perlahan naik kelas menjadi muzaki atau golongan mampu yang sudah wajib membayar zakat," katanya.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, BAZNAS menyediakan lima layanan kemudahan zakat melalui kanal digital. Layanan ini diharapkan dapat membantu masyarakat menunaikan ibadah semudah berbelanja online.

Layanan yang disediakan yakni BAZNAS Platform, dimana masyarakat bisa menunaikan kewajibannya melalui layanan digital platfrom yang dikembangkan BAZNAS di situs resmi baznas.go.id atau melalui Muzaki Corner di muzaki.baznas.go.id.

Kedua, Commercial Platform. BAZNAS memanfaatkan keberdaan semua toko online maupun fasilitas pembayaran digital (fintech) seperti kitabisa.com, Tokopedia, Bukalapak, Shopee, OVO, Jenius, DANA, dan lain sebagainya.

Platform ketiga adalah

BAZNAS juga mengembangkan layanan digital dengan memanfaatkan Artifical Intelligence (AI) dan big data, diantaranya adalah robot LENNA Virtual Assistence, serta promotion melalui Facebook, dan Instagram.

Keempat adalah Social Media Platform untuk memanfaatkan masyarakat Indonesia yang gemar sekali bersosial media, saling berkomunikasi dan bercengkrama. BAZNAS mendorong berbagai inovasi, media sosial kini selain untuk berkomunikasi dengan keluarga atau teman juga bisa digunakan untuk berdonasi mebantu sesama. Beberapa layanan tersebut diantaranya ZAKI di dalam program LINE, dan melalui media sosial Oorth.

Terakhir, BAZNAS mengembangkan Innovative Platform. Pengembangan berbagai inovasi mesin digital untuk kemudahan zakat dan mendoromg berbagai inovasi donasi yang efektif dan lebih menyenangkan. Masyarakat bisa dengan mudah mengunakan pindai QR Code melalui sejumlah layanan keuangan digital seperti DANA, OVO, LinkAja, GO-PAY dan lain-lainnya.

Innovative platform BAZNAS dalam memberikan layanan kemudahan zakat juga dapat melalui M-Cash yang tersebar di seluruh cabang Alfamart dan Indomaret.