BREAKINGNEWS.CO.ID - Mantan Ketua DPR RI dan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto, saat ini tengah menjalani masa hukumannya di Lapas Sukamiskin, Bandung. Pada April 2018 Majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi sudah memvonis Setya Novanto bersalah dalam korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Setnov mendapat hukuman penjara selama 15 tahun dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Selain itu, Setnov wajib mengganti 7,3 juta dollar AS atau sekitar Rp72,5 miliar, bila diperhitungkan dengan nilai kurs pada 2012 senilai Rp9.800 per dolar. Ganti rugi ini akan dikurangi uang jaminan Rp5 milliar yang sudah dikembalikan Setnov, paling lambat 30 hari setelah putusan.

Ditemui setelah menjadi saksi dalam sidang kasus PLTU Riau di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat Selasa (19/2/2019) breakingnews.co.id bertanya kepada Setnov tentang proses penggantian uang ganti rugi tersebut, ia mengatakan tengah berusaha memenuhi kewajiban itu. "Ya saya berusaha yang terbaik kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tapi saya berusaha untuk menjual aset-aset," kata Novanto.

Adapun aset yang dimaksud Novanto salah satunya adalah terkait dengan aset pesawat pribadi yang dimilikinya bersama-sama dengan pengusaha Muhammad Reza Khalid.

“Sudah ada penjualan, tapi sampai sekarang belum dibayar kepada saya. Bagian saya dititipkan ke sahabatnya yang berinisial AI. Padahal itu untuk cicilan saya," ujarnya.

“Selain itu saya juga lagi menangih uang hasil investasi kepada Haris Arthur Hedar yang sampai saat ini belum diserahkan. Tapi saya terus berusaha mencari dia untuk, membayar kepada saya selain aset-aset yang lainnya,” tegas Novanto.

Terkait apakah rencana pembayaran itu sendiri sudah dilaporkan kepada KPK, Novanto mengaku akan segera melaporkan hal itu. "Nanti akan kita laporkan," singkatnya.

Terkait dengan pesawat pribadi yang dijual itu sendiri dibelinya bersama Riza Chalid. Pesawat pribadi yang dimaksud yakni berjenis Embraer Legacy 600.

Menurut Setya Novanto bagiannya dari hasil penjualan pesawat Embraer Legacy 600 yang nilainya sekitar 1 juta dollar AS itu rencananya akan digunakan untuk mencicil sebagian uang penganti di KPK.