BEAKINGNEWS.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim memantau langsung pelaksanaan coblos ulang untuk Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 di TPS 8 Kepanjenlor Kota Blitar. Bawaslu menilai proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kecamatan Kepanjenkidul, tersebut murni kesalahan administratif saja. "Saya pikir ini tidak ada iktikad kecurangan ya. Tidak ada unsur kesengajaan menambah suara," kata Divisi Hukum dan Penindakan Bawaslu Jatim Totok Haryono di lokasi, Minggu (1/7/2018).

Totok meyakini tindakan yang dilakukan KPPS serta Rekrutmen Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) mengizinkan 12 pemilih tanpa A5 itu tidak disengaja. Tidak lebih dari sekedar kurang pengetahuan berkaitan prosedur pindah pilih.

Bawaslu menilai, yang dilakukan KPU Jatim sudah luar biasa. Karena dari 60 ribu lebih TPS di Jatim, hanya ada 5 TPS yang melakukan coblos ulang. "Artinya penyelenggaraan pemilu di Jatim luar biasa. Minim adanya pelanggaran," imbuhnya.

Sementara pelaksanaan PSU di TPS 08 pagi ini cukup ramai. Animo masyarakat untuk melakukan coblos ulang masih tinggi. Ini terbukti dari 353 DPT, hingga pukul 10.10 wib sudah sebanyak 155 pemilih sudah datang.

KPU Kota Blitar memutuskan lokasi TPS 08 tidak berubah. Namun di hall stadion Soeprijadi. Begitu juga dengan personel KPPS dan PTPS tidak berubah seperti pada coblosan pertama Pilgub Jatim 27 Juni lalu.

Tidak hanya di Kota Blitar, hari ini PSU juga digelar di 5 daerah lain di Jatim. Yakni di Jombang, Bangkalan, Kediri, Surabaya dan Blitar.

Di Surabaya, terdapat ratusan warga Kelurahan Manukan Kulon, Kota Surabaya melakukan pelaksanaan coblos ulang atau pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Jatim 2018 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 49.

Pelaksanaan PSU kali ini adalah bagian dari tindak lanjut dari rekomendasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Surabaya berkaitan dengan adanya pelanggaran berupa pasangan suami istri (pasutri) berusia lanjut yang melakukan coblos ganda di TPS yang berbeda yakni di TPS 49 Manukan Kulon serta TPS 09 Manukan Wetan.