BREAKINGNEWS.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bogor rencananya akan mengumumkan hasil putusan soal dugaan kampanye yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dengan simbol dua jarinya.

Namun putusan itu baru bisa disampaikan malam nanti mengingat perlu satu kali lagi pembahasan dan itu baru dilakukan pada pukul 15.00 WIB. Artinya, keputusan kampanye atau tidaknya baru bisa disampaikan pada masyarakat setelah rapat selesai.

“Kita rapat pukul 15.00 dan akan kita smpaikan ke temen-temen media pukul 18.30,” ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Jika putusan itu terbukti adanya pelanggaran terhadap Pasal 547 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang berisi bahwa pejabat negara yang dengan sengaja membuat atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu Peserta Pemilu dalam masa Kampanye, memungkinkan untuk dipidana dengan hukuman penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp36 Juta.

Sebagai informasi, kehadiran Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi pembicaraan setelah mengacungkan dua jari sebagai salam sesudah berpidato saat Konferensi Nasional Partai Gerindra pada Senin (17/12/2018) lalu di Sentul-Bogor.

Hal itu rupanya mendapat sorotan karena status Anies saat meminta izin menghadiri acara tersebut sebagai Gubernur DKI Jakarta bukan untuk berkampanye. Mengingat posisi kepala daerah tidak boleh terlibat dalam kampanye meskipun sudah mengantongin izin dari Kemendagri untuk hadiri acara Konfernas Gerindra