BREAKINGNEWS.CO.ID-Permasalahan Kali Item tiap harinya menjadi sorotan lantaran tepat di samping Kali Item berdiri Wisma Atlet Asian Games 2018. Bangunan yang terdiri dari beberapa apartemen itu, Athlete Village, sekitar tiga pekan lagi akan dihuni oleh ribuan atlet dan ofisial dari sekitar 50 negara peserta Asian Games XVIII/2018. Keberadaan Athlete Village yang megah dan mewah menjadi kontras dibandingkan Kali Item yang warna air kalinya hitam, dengan aroma tidak sedap yang ditimbulkannya, yang kapan saja bisa terhirup. Bau yang kerap menyengat dari Kali Item ditengarai mengurangi kenyamanan dari para tamu negara selama pesta olahraga empat tahunan benua Asia tersebut berlangsung, sejak 18 Agustus hingga 2 September.

Warna hitam pada air kali sudah dipastikan tercemar dengan berbagai limbah baik limbah rumah tangga maupun limbah pabrik yang berada di seputar Perkampungan Atlet atau Wisma Atlet Kemayoran. Diketahui cukup banyaknya pabrik tahu, tempe dan industri perumahan laundry (jasa cuci pakaian) yang menjamur di lingkungan yang berdekatan dengan Wisma Atlet.

Sebagai upaya mencegah bau tak sedap dan menghilangkan warna hitamnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memasang jaring kain waring yang mana diyakini akan menghambat proses evaporasi atau penguapan sehingga bau tidak sedap akan hilang saat Asian Games dilangsungkan.

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno, warna hitam pada kali bukan saja disebabkan tercemar limbah tapi karena salah pemberian nama dimana kali itu namanya Kali Item yang artinya hitam. “Makanya kalau kasih nama jangan sembarangan karena kalau kita kasih nama itu seperti doa, nama adalah doa, disebutin kali item (hitam) ya jadinya kalinya item (hitam),” tuturnya di Balaikota, Jakarta, Rabu (28/7/2018).

Tidak hanya pemberian nama yang dianggap salah, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan justru menganggap permasalahan pada Kali Item itu karena tidak ditangani baik oleh pemimpin sebelumnya sehingga saat Asian Games pemimpiin saat inilah yang harus menanggung bahkan menyelesaikan masalah itu.

“Problem ini bukan problem yang munculnya bulan lalu. Ini adalah masalah yang sudah menahun dan di masa-masa lalu tidak diselesaikan. Jadi, kami terima warisan masalah ini,” kata Anies di Jalan Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7).

Persiapan Ibu Kota Jakarta untuk menjadi tuan rumah perhelatan akbar ajang Asian Games 2018 ternyata ikut pula disoroti berbagai media internasional, mulai dari keberadaan umbul-umbul bendera peserta Asian Games menggunakan bambu dan penempatan jaring-jaring atau kain waring pada Wisma Atlet Kemayoran.

“Karena diberitakan oleh media nasional. Jadi, media internasional itu hanya mengambil dari media lokal,” ujar Anies.