BREAKINGNEWS.CO.ID--Batang, Jumat - Untuk kali keempat, Kemenpora RI dalam hal ini Deputi Pembudayaan Olahraga melalui keasdepan Pengelolaan Olahraga Rekreasi menggelar Paragliding TRIP Of Indonesia (TROI).

Di tahun 2019 ini akan digelar lima seri, di mana seri pertama berlangsung di Bukit Sikuping PTPN IX Siluwok, Batang, Jawa Tengah 25-28 April 2019, kemudian berlanjut di Wonosobo pada 28-30 Juni, Mandalika 30 Agustus hingga 1 September, Modangan dibulan November dan Dharmasyara pada 5-8 Desember.

Di seri I Batang, tercatat 169 atlet lokal dari seluruh Indonesia yang ambil bagian, lantaran sekaligus sebagai ajang Pra PON, serta satu atlet internasional dari Korea Selatan atas nama Jason Park. Mereka akan memperebutkan sejumlah tropi dari beberapa nomor dan uang pembinaan dengan total sebesar Rp 79 Juta.

Mengenalkan olahraga paralayang kepada masyarakat secara umum dengan memberdayakan sebanyak mungkin sumber daya lokal serta mengolah potensi wisata dilokasi pertandingan mejadi tujuan dihelatnya ajang ini.

Hal tersebut dikemukakan Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta pasca pembukaan ajang ini yang didampingi Asdep Olahraga Rekreasi Teguh Raharjo. "Kami meyakini nantinya masyarakat luas akan lebih mengetahui jika di Batang ada tempat yang indah, sehingga sport tourism benar-benar menjadi kenyataan," ucapnya.

Lebih lanjut pria asal Kulon Progo itu mengatakan jika olahraga sangat universal dan miliki multiple efek, terlebih melalui perhelatan Paragliding TRIP Of Indonesia (TROI) ini.

"Selain olahraga, bisa juga dimanfaatkan aspek ekonominya oleh masyarakat, hiburan, aspek wisata yang mampu mendongkrak perekonomian daerah tersebut dan pasti akan terjadinya silaturahmi masyarakat di area pelombaan untuk menonton pertandingan, menikmati kuliner yang tersedia sehingga membuat ketahanan sosial kita menjadi lebih kuat," terangnya.

Oleh karena itu, ditengah-tengah masyarakat yang sudah semakin menggemari akan olahraga ini, dirinya menuturkan bukan hal yang mustahil akan lahir bibit-bibit unggul yang nantinya mampu menjadi atlet yang dapat mengharumkan nama bangsa dan negara.

"Saya tadi melihat beberapa anak yang masih duduk di bangku SMP yang mengikuti terbang layang, artinya kedepan kita akan memiliki stok atlet yang berkualitas, karena dia memulai sejak usia muda, terlebih saat ini dari 20 atlet terbaik paralayang dunia, 10 diantaranya berasal dari Indonesia, untuk itu mereka yang muda ini kedepan akan menggantikan posisi para seniornya bertengger dilevel dunia," pungkasnya.

Sementara itu even yang sangat mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat dalam hal ini pemerintah Kabupaten, Bupati Batang H. Wihaji, senada dengan apa yang dikatakan oleh Deputi Raden Isnanta, di mana memiliki impact yang banyak.

"Melalui olahraga ekstreem ini memiliki impact yang banyak, termasuk bergandengan dengan pariwisata, oleh karena itu saya sangat berharap even seperti ini dapat terus berkelanjutan di Batang, karena memiliki manfaat yang banyak, selain mencetak atlet sebagai kaderisasi juga penyatuan dengan wisata, sehingga adanya perputaran ekonomi," ucap Bupati Batang H. Wihaji.

Lebih lanjut H. Wihaji mengataan jika Batang memiliki pesona wisata dari laut sampai pegunungan, di mana keindahannya dan kesejukanya luar biasa, bahkan di tahun 1980 pernah memadukan wisata dan olahraga gantole yang lokasi spot nya di Obyek wista kebun teh Pagilaran dengan ketinggian mencapai 800 mdpl. "Batang itu Heaven Of Asia, bagi orang yang berkunjung di Batang tombo teko loro lungo, rezeki lancar utang lunas, karena Batang apa yang lue mau, gua ada," ujarnya

Dirinya juga mengatakan bahwa kejuaraan paralayang ini merupakan bagian dari sarana untuk mempromosikan pesona wisata, untuk mendukung tahun kunjungan wisata 2022. Semangat kita sebagai kabupaten industri juga akan menjadi Kabupaten wisata," pungkasnya.