BREAKINGNEWS.CO.ID - Penyidik Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan kembali kasus perusakan barang bukti pengaturan skor, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Joko Driyono kedua kalinya pada Kamis (21/2/2019). Pemeriksaan kedua Joko Driyono sebagai tersangka akan dilakukan untuk menyambung pemeriksaan dirinya yang belum rampung pada pada Senin 18 hingga Selasa 19 Februari 2019 kemarin.

"Akan dilanjutkan pada hari Kamis tanggal 21 Februari jam 10," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (19/2/2019).

Rencananya Joko Driyono akan diperiksa sebanyak 32 pertanyaan. Namun,  Jokdri meminta pemeriksaan ditunda mengingat waktu yang sudah larut pagi sehingga hanya 17 pertanyaan yang dirampungkan dengan durasi 20 jam. 

"Jadi setelah berjalannya waktu, penyidikan baru sampai pertanyaan 17 ditutup. Itu jam 03.30 WIB karena yang bersangkutan (Jokdri) menginginkan untuk ditutup terlebih dahulu," ujar Argo.

Dalam kasus ini, Jokdri, demikian Plt Ketum PSSI ini akrab disapa, ditetapkan sebagai tersangka karena merusak barang bukti terkait pengaturan skor. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis 14 Februari 2019 lalu.

Polisi menyebutnha sebagai aktor intelektual yang memerintahkan tiga pesuruhnya, yaitu Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus dan Abdul Gofar melakukan perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Anti Mafia Sepakbola beberapa waktu lalu. Dia memerintahkan ketiganya melakukan perusakan garis polisi atau masuk tanpa izin ke tempat yang telah disegel polisi, kemudian memerintahkan melakukan perusakan barang bukti dan pencurian mengambil laptop terkait kasus dugaan pengaturan skor.

Dari penetapannya sebagai tersangka, polisi lalu melakukan penggeledahan di apartemen Jokdri di Apartemen Taman Rasuna, tower 9 lantai 18 unit 0918 C, Jalan Taman Rasuna Selatan, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. 

Polisi juga menggeledah ruang kerja Jokdri di Kantor PSSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis, 14 Februari 2019 kemarin. Kemudian, polisi pun melakukan pencekalan terhadap Jokdri. Polisi sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi pada 15 Februari 2019 untuk mencegah Jokdri keluar negeri untuk 20 hari kedepan.