BREAKINGNEWS.CO.ID-Jaminan terhadap tenaga kerja menjadi hal penting mengingat banyaknya resiko-resiko baik ringan maupun berat yang kerap melanda saat menjalani pekerjaan. Namun sayangnya di Jakarta belum semua tenaga kerja tercover BPJS pada Dinas Ketenagakerjaan DKI Jakarta.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan DKI Andri Yansyah menyebut baru ada 24.000 perusahaan yang berani menjamin keselamatan dan kesehatan dari tenaga pekerjanya. Padahal jumlah perusahaan baik kecil ataupun besar harus menjamin keselamatan para tenaga kerja itu sendiri.

“Jumlah perusahaan sesuai data dari statistik yang sudah terdaftar baik dari Kementerian atau Dinas Tenagakerja berkisar 24.000 perusahaan dan pekerjanya 1 juta 24.000 sekian,” ujar Andri di Jakarta, Sabtu (22/12/2018).

Andri mengaku memang belum semua perusahaan melakukan tata tertib dengan membayar BPJS karena memang banyak perusahaan yang belum verifikasi dan itu termasuk dalam skala mikro kecil, sedang dan menengah.

Tidak hanya sebatas masalah pendaftaran tapi juga ada perusahaan yang sudah terdaftar namun tidak menjalankan kewajibannya untuk membayar BPJS para tenaga kerja. Dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penelusuran dan menagih uang pembayaran tersebut.

“Ada yang dibayarkannya setengah, atau ada juga perusahaan sudah memotong (buat iuran bpjs) tapi tidak dibayarkan ke BPJS. Otomatis kita akan lakukan pemeriksaan dan kita akan lakukan anjuran agar hasil pemeriksaan itu segera dibayarkan, setelah itu kita juga lakukan pengawasan,” ujar Andri