BREAKINGNEWS.CO.ID - Calon wakil presiden nomor urut 01, Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin kembali mendapatkan dukungan dari elemen ulama. Kali ini, dukungan untuk pilpres 2019 itu datang dari kelompok yang menamakan diri mereka Barisan Gus dan Santri Bersatu atau Baguss Bersatu.

Deklarasi itu disampaikan usai berkunjung ke rumah calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, di Menteng, Jakarta, Selasa (8/1/2019). Ketua Umum Baggus Bersatu Gus Ipang Wahid mengaku bersyukur karena salah satu calon Wakil Presiden di Pilpres 2019 dari kalangan santri.

"Beliau (Ma'ruf Amin) keilmuwannya tak diragukan. Mau di tes baca Al-Qur'an pasti jago. Di tes sholat siap, apalagi diuji baca kitab. Sinergi Umaro dan Ulama akan menghadirkan keseimbangan antara nasionalis dan religius. Para Gus dan Santri punya kewajibam untuk memberikan dukungan total. Kami siap memenangkan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Ir Joko Widodo dan KH. Maruf Amin," kata Gus Ipang.

Sementara itu, dewan penasihat dan pembina Baggus Bersatu KH. Abduk Hay Naim, menceritakan masa mudanya bersama Ma'ruf Amin yang sama-sama mondok di Pondok di Tebu Ireng, tahun 1955-1960. Beliau (Ma'ruf Amin) jadi cawapres adalah amanat dari Hadrotus Sheikh KH. Hasyim Asy'ari. Gus dan Santri harus tahu itu. Bodoh kalau warga Nahdlatul Ulama dan juga anak-anak Kiai dan Santri tidak memilihnya,"kata Abduk Hay.

"Bodoh kalau warga Nahdlatul Ulama dan juga anak-anak Kiai dan Santri tidak memilihnya. Saya kenal betul dia. Ulama hebat, Ketua umum MUI, Rais Am Nahdlatul Ulama. Tidak diragukan lagi keilmuwan dan keislamannya. Kualat buat para Gus dan Santri bila tidak memperjuangkan beliau. Hari ini saya wasiatkan kepada yang hadir untuk mendukung total," tambahnya.

Di sisi lain, Gus Ipang mengklaim keanggotaan Baguss Bersatu telah merata di seluruh pondok pesentren di wilayah Jawa Timur. Ia menyatakan ke depan pihaknya akan melakukan penetrasi melalui 'serangan darat' atau door to door ke masyarakat guna menyosialisasikan pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Sekarang hampir ke semua pondok-pondok, nah di situ yang pasti kita akan penetrasi ke bawah, gerakan darat, sosialisasi sebanyak mungkin, memanfaatkan jaringan alumni-alumni dan santri-santri dengan pesantren-pesantren yang ada," kata dia.