BREAKINGNEWS.CO.ID - Habib Bahar bin Smith memenuhi janjinya mendatangi Markas Bareskrim Polri. Bahar hadir dengan kawalan ketat massa Laskar Pembela Islam (LPI) hingga Front Pembela Islam (FPI) yang menggelar aksi di depan gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat. Pemeriksaan Bahar dilakukan terkait ceramahnya yang dinilai menghina Presiden, 'Jokowi kayaknya banci'.

"Insya Allah saya datang untuk diperiksa di Bareskrim," ujarnya kepada breakingnews.co.id sebelum mendatangi Bareskrim Polri, Kamis (7/12/2018).

Bahar tiba di Bareskrim Polri dengan mengenakan pakaian putih, sorban putih bercorak hijau, serta kacamata hitam. Turun dari mobil, Bahar langsung memasuki gedung Bareskrim dengan pengawalan ketat. Awak media berdesak-desakan menghampiri Bahar. 

Berbeda dengan biasanya, Bahar terlihat lebih cool dan enggak banyak berkomentar. Setiba di Markad Bareskrim, ia langsung dipandu ke lantai dua Bareskrim untuk diperiksa.
Ini kali kedua panggilan dialamatkan kepada Bahar setelah pada pemeriksaan sebelumnya Bahar bin Smith tidak memenuhi panggilan penyidik pada Senin 3 Desember lalu, Bahar beralasan baru menerima surat pemberitahuan pemanggilan pada Senin sore harinya. "Surat baru sampai tadi jam 4 sore," ujarnya. 

 

Bahar bin Smith akan menjalani dua pemeriksaan terkait laporan terhadap dirinya. Laporan tersebut ada di Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. 

Laporan di Bareskrim dibuat oleh pelapor La Komaruddin dengan nomor LP/B/1551/XI/2018/Bareskrim tertanggal 28 November 2018. Adapun di Polda Metro Jaya, Bahar dilaporkan oleh Calon Legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muannas Alaidid yang tercatat dengan nomor TBL/6519/XI:2018/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 28 November 2018.

Bahar dipolisikan karena pada videonya Bahar dinilai menyinggung soal Jokowi saat mengisi acara Maulid Nabi di Darussalam Satu, Batuceper, Tangerang, Banten pada 17 November 2018.

 

Bahar diantaranya mengatakan, "Pengkhianat bangsa, pengkhianat negara, pengkhianat rakyat kamu Jokowi!" dan "Kamu kalau ketemu Jokowi, kalau ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu".

Akibat perbuatannya Bahar bin Smith pun disangkakan melanggar Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 A ayat 2 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2018 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan Pasal 4 huruf b angka 2 Jo, Pasal 16 UU RI Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan Pasal 207 KUHP dengan ancaman pidana lebih dari 5 tahun penjara.