BREAKINGNEWS.CO.ID - Ibu Kota terasa makin tak nyaman bagi warganya. Seorang Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, Armedy Dewanga diduga menjadi korban perampokan. Armedy jadi korban perampokan penjahat dengan modus teriak kempis ban, di kawasan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (4/7/2018) lalu.   Sejumlah barang berharga milik korban seperti laptop, uang dan surat-surat penting raib dibawa kabur pelaku. Kejadian itu telah dilaporkan ke Polsek Metro Taman Sari, Jakarta Barat.

Menjawab wartawan terkait kejadian tersebut, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan belum bisa memastikan apakah benar korban dirampok. Apalagi korban hanya membuat laporan kehilangan di polisi bukan laporan habis mengalami kejahatan. "Yang bersangkutan itu lapornya, laporan kehilangan bukan laporan polisi. Laporan kehilangan kan digunakan untuk mencari misalnya KTP-nya hilang, laporan kehilangan bisa membuat yang baru. Tapi setelah tadi kita komunikasikan ternyata dia ada kehilangan barang, sedang kita komunikasikan," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Kamis (5/7//2018).

Argo sendiri mengaku belum mengetahui barang apa saja yang diduga dirampok itu. Untuk mengetahui bagaimana peristiwa yang sebenarnya terjadi, ia menegaskan akan segera meminta keterangan korban.   "Nanti kita komunikasikan, kita tanya karena kita belum memeriksa dia, saya tidak bisa asumsi prasangka dari orang, harus dari pemeriksaan. Korban kan belum ditanyain," kata Argo.

Ultimatum

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis mengultimatum para pelaku kejahatan untuk menyingkir dan tidak berbuat aksi kejahatan di Ibu Kota dan sekitarnya. Ancaman ini disampaikan menyusul terjadinya aksi kejahatan akhir-akhir ini. Polisi juga tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas terukur (menembak mati) pada pelaku kejahatan jalanan seperti jambret yang membahayakan masyarakat dan melawan petugas.

"Saya sudah perintahkan kepada seluruh tim tidak usah ragu-ragu melakukan tindakan tegas apabila para pelaku membahayakan masyarakat dan membahayakan, mengancam jiwa petugas," kata Idham di Polda Metro Jaya kepada wartawan, Rabu (4/7/2018).

Ultimatum Kapolda disampaikan kepada anggotanya di lapangan untuk menyikapi permasalahan kejahatan jalanan seperti jambret dan begal jalanan yang kian marak beberapa waktu belakangan ini di Ibu Kota. Kapolda juga memerintahkan jajarannya melakukan operasi selama sebulan penuh di bulan Juli ini. Operasi akan dilakukan oleh semua unsur mulai dari Polda hingga tingkat Polsek di wilayah hukum Polda Metro Jaya yang dikomandoi oleh Biro Operasional Polda Metro Jaya.

"Saya sudah perintahkan kepada seluruh kasat serse untuk melakukan razia premanisme ini, baik masalah jambret, begal, kemudian curas, di terminal, di stasiun, diprempatan-perempatan, pusat-pusat perbelanjaan, untuk menjaga situasi agar Jakarta selalu dalam kondisi aman dan terkendali," ucapnya.