JAKARTA-Sejumlah fraksi dari PDIP dan Partai Nasdem menolak rencana pencabutan izin pengendara roda dua melintasi jalur Sudirman menuju MH Thamrin dan sebaliknya. Alasan itu disebabkan karena ada Pergub Nomor 141 Tahun 2015 yang mengacu pada Perda Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Transportasi dan Perwujudan salah satu kekhususan Provinsi DKI Jakarta.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menilai pengendara roda dua merupakan orang kecil yang tertindas sebab hanya orang bermobil yang dibolehkan melintasi jalur Sudirman-MH Thamrin. Ia minta partai untuk membela pengendara motor supaya bisa melintas jalur itu.

"Tidak apa-apa (menolak), nanti kita akan jelaskan mengapa ini penting bagi wong cilik. Karena yang dapat kendaraan bermotor itu wong cilik semua, kita yang wong gede naiknya mobil, yang wong cilik naiknya motor," kata Anies di Gedung DPRD Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (16/11/2017).

Bagi Anies, pengendara roda dua tidak menurunkan estetika mengemudi. Setelah larangan dicabut nantinya Pemprov DKI Jakarta akan menyediakan parkiran motor supaya pengendara bisa menyambung perjalannya dengan transportasi umum. Dengan begitu proyek pembangunan infrastruktur tetap bermanfaat.

"Mengemudi kendaraan bermotor itu tidak menurunkan estetika. Mengemudi roda dua sama terhormatnya dengan mengemudikan roda empat. Nah dalam jangka panjang nanti, kalau kita sudah bisa menyiapkan tempat untuk park and ride. Jadi pengemudi motor parkir lalu pindah ke kendaraan umum baru kita bisa," terang dia.