Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui tidak yakin terdapat beberapa khatib menebarkan ujaran kebencian waktu berceramah di masjid. Sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia, diakuinya senantiasa lakukan pelajari.

" Wah saya tidak yakin itu. Yang benar saja. Tidak tuh, " kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (15/6/2017).

Jadi Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), dianya juga sudah menebarkan edaran pada khatib untuk bicara masalah kedamaian. Dalam surat edaran itu, Jusuf Kalla menyatakan masjid tidak bisa dipakai untuk kampanye.


Bahkan juga, JK juga kembali menyatakan kalau masjid tidak bisa disusupi kebutuhan grup spesifik.

" Iya senantiasa. Saya check sama dewan masjid ndak ada sesuai sama itu. saya juga check sebagian tempat tidak ada, " terangnya.

Dia juga menyikapi masalah riset Mas'ud Halimin dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang mengatakan 60 % khatib masjid di Jakarta mengemukakan ceramah yang bisa menyebabkan kebencian.

Menurut dia, dia tidak yakin dengan jumlah persentase yang dibuat dalam riset itu.

" Kalau ada satu-dua mungkin saja, namun tidak 60 %, yang benar saja, " tegas JK.