JAKARTA - Akun Twitter @PartaiHulk memfitnah Menkominfo Rudiantara dipaksa untuk mengungkapkan data kartu kependudukan (KK) dan nomor induk kependudukan (NIK) terkait pemenangan Jokowi pada Pilpres 2019. Rudiantara lantas mengecam hal tersebut.

Lewat akun Twitter resminya @rudiantara_id, ia mengunggah sebuah foto potongan cuitan dari @PartaiHulk itu pada Senin (12/3/2018). Adapun bunyinya seperti berikut: 'Menkominfo Rudiantara dipaksa intelijen China untuk bocorkan minimal 70 juta data KK dan NIK yang sesuai. Rudiantara dipaksa kejar target paling lambat akhir Mei tahun ini untuk produksi jutaan KTP di Beijing atas arahan Xi Jin Ping untuk pemenangan Jokowi. *infovalid'.

Rudiantara menyebut fitnah itu sangat keji serta tidak mendasar. Ia lantas membantah tudingan tersebut. "Slmt pagi. Tweet @PartaiHulk ini mengandung fitnah yg sangat keji & tidak berdasar. Yg disampaikan ybs tidak benar dan dapat diduga sbg perbuatan yg dilarang UU ITE. Mari selalu tabayyun, hindari fitnah berjamaah. Jangan sampai fitnah/hoax banyak disebar di medsos. Salam, ra," demikian cuitan Rudiantara.

Belum diketahui apakah sosok yang akrab disapa Chief RA ini akan melaporkan masalah tersebut ke polisi atau tidak.