BREAKINGNEWS.CO.ID-Isu bakal munculnya Munas Golkar tandingan yang diusung oleh Tim Sembilan, tak membuat pemilik suara di DPD 2 Jatim terbelah. Bahkan mereka terus merapatkan barisan agenda musyawarah mufakat pada Munas 3-6 Desember di Jakarta, berlangsung sukses.

“Sejauh ini saya belum mendengar adanya gerakan untuk menggelar Munas Golkar tandingan. Di Jawa Timur, khususnya di Tulungagung, ajakan seperti itu tidak akan laku. Kami solid mendukung Airlangga Hartarto,” kata Bambang Irianto, Sekretaris DPD 2 Golkar Tulungagung.

Bambang juga yakin, seluruh suara di 38 DPD 2 Jatim dan DPD 1 Jatim, kompak mendukung Airlangga Hartarto. Dukungan itu juga diberikan secara sadar dan suka rela, serta tanpa paksaan.

“Bukan tiba-tiba, kami mendukung Pak Airlangga. Dukungan kami berikan sejak jauh-jauh hari, bahkan sejak Juli lalu. Jangan coba-coba mempengaruhi kami untuk ke calon lain. Sekali lagi dukungan kami bulat ke Pak Airlangga,” tambah Bambang.
Bambang juga menolak jika dikatakan Munas Golkar berlangsung tanpa tahapan-tahapan tertentu sesuai AD/ART Golkar. “Semua sudah berjalan normal. Di Rapimnas lalu, hampir seluruh DPD 1 menyatakan dukungan agar Airlangga Hartarto dipilih kembali secara musyawarah mufakat,” tutur Bambang.

Ia juga menyatakan lewat kesepakatan seperti itu tidak ada politik uang yang akan beredar atau terjadi di Munas. “Jangan sampai itu terjadi karena ujungnya hanya memecah Golkar,” ujar Bambang.

DPD 2 Tulungagung bersama DPD2 lainnya di Jatim bahkan sudah merancang surat dukungan yang akan dibacakan di Munas Golkar nanti.

“Usulan kami sederhana saja. Kami dukung Airlangga Hartarto dan berharap floor nanti juga mendukung dan sidang diketok atau dinyatakan dukungan sah untuk Airlangga. Kira-kira seperti itu,” ungkap Bambang.

Bagi Bambang, kepemimpinan Airlangga Hartarto sudah berhasil membuat Golkar bangkit dari keterpurukan. “Figurnya yang dingin dan juga bertangan dingin untuk membuat Golkar terus menjadi partai disegani bahkan menjadi nomor dua peroleh kursi di DPR,” ucap Bambang.

Terlebih prestasi itu didapat hanya dalam dua tahun kepemimpinannya setelah Golkar terseret kasus korupsi pemimpin yang lama. “Itu prestasi luar biasa,” kata Bambang Irianto