JAKARTA - Masyarakat yang berada di Bali saat Hari Raya Nyepi yang akan jatuh hari Sabtu (17/3/2018) harus bersiap diri karena internet di Pulau Dewata akan dimatikan selama 24 Jam. Koneksi internet tersebut akan dimatikan untuk menghormati umat Hindu Bali yang tengah melakukan Tapa Brata Penyepian.

Seperti yang dilansir dari Uber Gizmo, Kamis (15/3/2018), sementara itu, terminal keberangkatan domestik Bandara Ngurah Rai, terlihat ramai oleh penumpang yang ingin meninggalkan Pulau Bali. Menurut data di Bandara Ngurah Rai, Bali, Jumat (16/3/2018) penerbangan yang keluar Bali di terminal domestik berjumlah 97 penerbangan. Sementara terminal internasional berjumlah 90 penerbangan dengan perkiraan jumlah penumpang yang keluar Bali mencapai 25.000-30.000 penumpang.

Sebagian mengaku terpaksa keluar dari Bali karena tidak terbiasa melakukan aktivitas tanpa koneksi internet. Sementara sebagian lainnya mengaku memang memanfaatkan hari libur Nyepi untuk pulang bertemu keluarga di kampung halaman.

Permintaan untuk mematikan jaringan internet tersebut berasal Seruan Bersama Majelis-Majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali. "Provider penyedia jasa seluler diharapkan untuk mematikan data seluler (internet) dari hari Sabtu 17 Maret 2018 pukul 06.00 WITA sampai dengan Minggu 18 Maret 2018 pukul 06.00 WITA," tulis poin keempat Seruan Bersama tersebut.

Untuk masalah keamanan, lebih rinci dia menjelaskan pada Nyepi tahun sebelumnya, sempat terjadi aksi saling serang antarumat Hindu Bali di media sosial ketika Nyepi berlangsung. Selain untuk menambah kekhusukan perayaan Nyepi di Bali, pemutusan internet ini dilakukan agar tidak disalahgunakan untuk ajang berswafoto dan memamerkannya di media sosial.

"Dalam rapat banyak perdebatan mengenai hal ini. Tetapi kami minta agar masyarakat Bali jangan emosi dulu, karena tujuan Pemerintah melarang ini adalah baik," ujarnya. Dalam surat Seruan Bersama tersebut juga dinyatakan, hotel dan penyedia jasa hiburan tidak diperkenankan menyelenggarakan paket hiburan hari raya suci Nyepi.